Home OLAHRAGA 0 Sevila vs Man. United 0

0 Sevila vs Man. United 0

0
SHARE

MESSIAH (penyelamat) tak selamanya menentukan hasil akhir laga dari gol-golnya. Messiah pun juga mampu menentukan laga dari sentuhan-sentuhan tangannya. Lihat saja aksi-aksi David De Gea dan Alisson di leg pertama babak 16 Besar Liga Champions, Kamis dini hari kemarin WIB (22/2).

Bersama De Gea, Manchester United tertahan di Ramon Sanchez Pizjuan, Seville, lawan tuan rumah Sevilla. Opta mencatat, delapan kali penyelamatan dilakukan De Gea selama 2 x 45 menit. “Saya merayakannya (tiap penyelamatan) layaknya gol bagi United. Sebab, ini yang bisa menyelamatkan United,” puji Rio Ferdinand, mantan bek United.

Delapan penyelamatan itu sudah termasuk dalam 105 kali penyelamatannya pada musim ini. Kurang sepuluh penyelamatan lagi kiper timnas Spanyol itu bisa menyamai rekor terbanyak penyelamatannya dalam semusim pada 2013-2014. Lalu, delapan kali penyelamatan dalam satu laga itu sudah menyamakan De Gea dengan legenda kiper United, Edwin van der Sar.

Delapan penyelamatan dilakukan Van der Sar ketika United dipecundangi Barcelona 1-3 pada final Liga Champions 2010-2011 masih rekor penyelamatan terbanyak satu laga. “Dia (De Gea) masihlah kiper terbaik dunia. Ini tak nyata tapi dia telah membuktikannya dua musim ini,” lanjut Ferdinand yang kini berprofesi sebagai pundit BT Sport itu.

Dalam Liga Champions musim ini De Gea juga masih jadi penjaga gawang dengan rata-rata penyelamatan terbanyak. De Gea dengan menyelamatkan 18 dari 19 tembakan ke gawang), atau 94,7 persentase sukses penyelamatannya. Jauh di atas Tolga Zengin (Besiktas, 90,9 persen) atau Marc-Andre ter Stegen (Barcelona, 87,5 persen).

Salah satu penyelamatan terbaik dari upayanya memblok heading Luis Muriel. Sundulan di menit 45+1 dari jarak 5,6 meter itu berkecepatan 48 meter per jam dia blok dengan reaksi De Gea 0,26 detik. “Dia (Muriel) menyebutnya sebagai penyelamatan yang hebat,” ungkap De Gea dalam wawancaranya dengan MUTV.

Dilansir Goal, kiper yang bak incaran abadi Real Madrid itu menganggap penyelamatan-penyelamatannya sudah memaksa Sergio Escudero dkk frustrasi di babak kedua. “Lihat pada 20 menit terakhir, mereka kelelahan. Kami sudah mencoba menekan tapi tak begitu membantu. Ini (0-0) sudah cukup untuk menambah konfidensi kami di Old Trafford,” imbuhnya. Di leg kedua, United justru harus menang. Imbang apalagi kebobolan, maka tamatlah jalan The Red Devils.

Alisson tak senasib dengan De Gea. Klubnya, AS Roma, tersungkur di Metalist Stadium, Kharkiv. Il Lupi takluk 1-2 atas tuan rumah Shakhtar Donetsk, dan Alisson memblok enam dari total tembakan tepat sasaran Hirnyky. Nah enam kali penyelamatan tersebut sudah jadi penegas bahwa musim ini jadi musim tersibuk kiper Brasil itu.

Musim ini sudah jadi musim dengan penyelamatan terbanyak kiper 25 tahun itu di dalam semua ajang. Itu yang sudah menjawab alasan kenapa pelatih Brasil Tite mempercayakan posisi nomor satu Selecao padanya. Ketimbang Ederson Moraes, meski Ederson bermain di klub yang musim ini unbeaten dan favorit juara Premier League, Manchester City.

Di balik kebobolan 25 gol dan 16 clean sheet-nya bagi The Citizens pada musim ini, jika dilihat total penyelamatannya Ederson lebih ringan. Kiper termahal dunia tersebut mencatatkan 63 penyelamatan, atau hampir separo dari sibuknya Alisson. “Dia Messi-nya kiper, atau bahkan Pele di nomor satu,” klaim kiper legendaris timnas Brasil, Claudio Taffarel ketika diwawancarai di Top Channel.

Sepanjang berkostum timnas Brasil, Alisson mengoleksi 13 kali clean sheet dari 22 caps timnas sejak 14 Oktober 2015. Ederson? Dia baru satu kali main dimainkan Tite dan bisa clean sheet melawan Cile saat matchday 18 kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol, 10 Oktober 2017. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here