Home TANGERANG HUB SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, Rampak Bedug Makin Eksis

SMA Muhammadiyah 8 Ciputat, Rampak Bedug Makin Eksis

0
SHARE

CIPUTAT – Menjadi sekolah satu-satunya yang memiliki ekskul rampak bedug, SMA Muhammadiyah 8 Ciputat terbilang berhasil menyuarakan seni daerah Banten ke Kota Tangsel. Bagaimana tidak, sebagian besar acara di Kota Tangsel, rampak bedug SMA Muhammadiyah 8 Ciputat hadir sebagai pembuka atau penyambutan pejabat pemerintahan.

Selain aksinya yang penuh semangat, bunyi irama pukulan bedug dengan lantunan lagu-lagu Islami membuat seperti memberikan semangat baru bagi siapa pun yang mendengarkannya. Atraksi-atraksi menaiki bedug sambil memukul bedug selalu berhasil menghipnotis mata pengunjung atau tamu undangan.

“Kami sering tampil diberbagai acara pemerintahan. Paling sering di acara-acara Muhammadiyah di Kota Tangsel. Ekskul ini merupakan cabang baru di sekolah yang kini menjadi unggulan SMA Muhammadiyah 8 Ciputat,” ungkap Hafis Umar, Kepala SMA Muhammadiyah 8 Ciputat.

Ia pun menuturkan, rampak bedug sekolahnya kemarin pada acara seremonial peletakan batu pertama pembangunan gedung dakwah PDM Kota Tangsel dijadikan sebagai penampilan penyambutan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

“Disitu ibu Airin tak henti merekam penampilan siswa dengan telephone genggamnya. Anak-anak memang selalu membuat bangga siapa pun yang menontonnya,” tuturnya.

Diketahui, rampak bedug SMA Muhammadiyah 8 Ciputat bukan sekadar ekskul biasa. Pasalnya, sebelum diluncurkan sebagai ekskul tebaru, sekitar 20 siswa SMA Muhammadiyah 8 Ciputat mengikuti pelatihan khusus di Banten untuk mendalami jiwa sebenarnya sebagai pelaku seni rampak bedug.

“Ini merupakan salah satu kesenian milik Banten, kami rasa siswa Kota Tangsel memiliki tanggungjawab terhadap pelestarian rampak bedug itu sendiri. Maka kami memutuskan untuk mengembangkan, melestarikan serta mengenalkan secara konsiten kepada masyarakat Kota Tansel melalui berbagai acara,” katanya.(bun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here