Home TANGERANG HUB 154 Kasus Narkoba, Perlu Penanganan Bersama

154 Kasus Narkoba, Perlu Penanganan Bersama

0
SHARE
BANYAK KASUS: Wakil Walikota Sachrudin saat memperingati hari anti narkoba internasional di Tugu Adipura, Minggu (5/8). Tercatat sepanjang 2017 terjadi penyalahgunaan narkoba sebanyak 154 kasus. FOTO: Angger/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Tingginya penyalahgunaan narkoba di Kota Tangerang mendapat sorotan Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten. Tercatat sepanjang 2017 ada 154 kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum kota akhlakul karimah.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, AKBP Akhmad F Hidayanto  mengaku, untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba perlu kerjasama. Baik penegak hukum, pemerintah serta masyarakat. Jika kerjasama tidak terjalin, dikhawatirkan perederan narkoba semakin merajalela dn korbannya semakin bertambah.

Akhmad membandingkan angka kasus penyalahgunaan narkoba pada 2017 dengan tahun sebelumnya memang mengalami penurunan. Namun, jika dilihat dari kasusnya tetap saja mengkhawatirkan. Karena sebagian pelaku maupun korban rata-rata masih usia remaja.

“Jika dibandingan dengan tahun sebelumya ada penuruan angka penyalahgunaan narkoba, dan penyebabnya penyalahgunaan narkoba karena kurangnya keharmonisan didalam keluarga,” ujarnya saat peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Car Free Day Tugu Adipura, Minggu (5/8).

M Farhan dari BNN Pvovinsi Banten menyampaikan, narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang harus segera mendapatkan penanganan. Bahkan jika tidak segera diatasi secara serius dapat menjadi senjata perang yang dapat menghancurkan kedaulatan negara.

Farhan mengatakan, hasil penelitian Universitas Indonesia dan BNN selama tahun 2017 di Provinsi Banten  tedapat 170.444 kasus penyalahgunaan barkoba. Jumlah tesebut tersebar di delapan kabupaten dan kota. Dengan kata lain, Privinsi Banten telah masuk kategori wilayah darurat narkoba. “Sudah tidak ada satu wilayah dan satu golongan masyarakat yang dapat menyatakan mereka bersih dari narkoba,” ucapnya kepada Tangerang Ekspres.

Menindaklanjut permasalahn tersebut, sambung Farhan, perlu dilakukan adanya pembahasan berasama antara pemangku kepentingan untuk mencarikan solusinya. Sebab, nasib masa depan generasi yang akan datang bergantung kepada kepedulian bersama.

“Kegagalan pemuda pada generasi ini akan menjadi dosa yang ditanggung bagi generasi yang akan datang. Jangan sampai kita mewariskan masalah narkoba dan gagal memberikan harapan positif bagi masa depan bangsa Indonesia,” tambahnya.

Wakil Walikota Sachrudin yang hadir di tengah acara menyebut, Pemerintah Kota Tangerang telah berupaya menekan angka penyalahgunaan narkoba. Salah satunya dengan bekerjasama dengan BNNK untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah, organisasi kepemudaan dan masyarakat mengenai bahaya narkoba.

“Kami juga sudah kerjasama dengan lapisan masyarakat agar melakukan fungsi dan kontrol  terhadap pergaulan lingkungan anak-anak. Fungsi kontrol dari masyarakat sangat penting,” pungkasnya. (mg-6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here