Home TANGERANG HUB Penghuni Rutan Jambe Over Kapasitas

Penghuni Rutan Jambe Over Kapasitas

0
SHARE
SENAM POCO-POCO: Narapidana antusias dalam senam poco-poco bersama jajaran Rutan Kelas I Tangerang, di halaman Rutan, Desa Taban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Minggu (5/8). FOTO: Rahmat/Tangerang Ekspres

JAMBE – Ribuan warga binaan pemasyarakatan (WBP) ditempatkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang, Jalan Pacing Raya, Desa Taban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Hingga Minggu (5/8), jumlah WBP di sana mencapai 2.001 orang.

Para WBP itu terdiri dari 1.463 tahanan dan 538 narapidana. Sementara daya tampung ideal di Rutan yang familiar dengan sebutan Rutan Jambe itu hanya 586 orang. Artinya, jumlah warga binaan melebihi atau over kapasitas. Demikian disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Tangerang David Anderson.

Dia mengatakan, membludaknya WBP bukan persoalan berarti, karena pihak Rutan memiliki cara tersendiri dalam melakukan pola pengamanan. Sekalipun petugas pengamanan hanya 60 orang, namun sejauh ini situasi tetap kondusif. David menyebutkan, para warga binaan selalu disibukkan dengan kegiatan-kegiatan positif.

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin di dalam Rutan yaitu keagamaan, olahraga, pembinaan kegiatan kerja, dan kebersihan lingkungan. Pola pengamanan juga dilakukan dengan pendekatan humanis, kekeluargaan, tegas, serta menjadikan petugas Rutan sebagai orangtua bagi WBP.

“Ya, memang melebihi kapasitas, karena kapasitas ideal hanya 586 orang. 60 petugas jaga yang ada dibagi dalam empat regu. Pelayanan kami lakukan secara humanis namun pemantauan tidak boleh diabaikan,” ujarnya, seusai Senam Poco-Poco di halaman Rutan Kelas I Tangerang, Minggu (5/8).

Sementara Kepala Rutan Kelas I Tangerang Dedy Cahyadi menjelaskan, senam poco-poco digelar sebagai partisipasi dalam rangka pemecahan rekor dunia. Setidaknya, ada 100 narapidana dan 60 jajaran Rutan ikut andil pada kegiatan tersebut. Instruktur merupakan prajurit TNI dari Koramil Tigaraksa.

Dia menyebutkan, senam poco-poco dilaksanakan secara serentak di seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan Rutan yang ada di Indonesia. Tidak hanya untuk pemecahan rekor dunia, senam poco-poco digelar sebagai tindaklanjut perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Bukan hanya ikut berpartisipasi dalam Guinness World Records, tetapi juga melaksanakan perintah Dirjenpas. Jadi senam poco-poco ini juga dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73, serta ikut menyemarakkan perhelatan Asian Games 2018,” kata Dedy. (srh/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here