Home OLAHRAGA Cabor Atletik Asian Games 2018, Samai Rekor Setengah Abad

Cabor Atletik Asian Games 2018, Samai Rekor Setengah Abad

0
SHARE
REKOR: Lalu Muhammad Zohri (kedua dari kanan) beserta rekan-rekannya mempersembahkan medali perak buat kontingen Indonesia sekaligus memecahkan rekor 52 tahun. FOTO:JPG

TIM lari estafet 4×100 meter yang terdiri dariFadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kartanegara berhasil mengamankan medali perak Asian Games 2018, dimana tim Indonesia mencatat waktu 38,77 detik. Hasil ini menyamai prestasi setengah abad atau tepatnya 52 tahun yang diraih Sugiri, Supardi, Wahjudi, dan Jootje Oroh pada Asian Games 1966 ditempat yang sama.

Dalam persaingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Indonesia mencatat waktu 38,77 detik hanya kalah dari Jepang yang mencatat waktu 38,16 detik. Jepang pun berhak menjadi pemilik medali emas. Medali perunggu direbut oleh China. Tim dari Negeri Tirai Bambu itu membuat catatan waktu 38,89 detik.

Dengan torehan waktu yang dibuat itu, Indonesia sekaligus berhasil memecahkan rekor nasional (rekornas). Rekot itu dibuat Indonesia sehari sebelumnya lewat tim yang sama saat tampil di babak kualifikasi. Lalu dkk membukukan waktu 39,03 detik.

Selain itu, kuarter sprinter terbaik Tanah Air itu menjadi yang pertama meraih perak –sebagai raihan terbaik di nomor lari estafet 4×100 m– sejak Asian Games 1966. Artinya, prestasi apik itu kembali terulang setelah 52 tahun.

Perak itu menjadi medali ketiga Indonesia dari atletik pada Asian Games 2018 ini. Sebelumnya, perak dipersembahkan oleh Emilia Nova dari 100 meter lari gawang putri dan perunggu oleh Sapwaturrahman di lompat jauh putra.

“Sebelumnya saya terima kasi atas doa dan dukungan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) khusunya Indonesia. Perasaan saya sih bangga sekali dan bersyukur sekali kami bisa memberikan yang terbaik buat Indonesia,” kata Lalu. “Semoga ke depannya lebih berprestasi untuk negeri tercinta ini,” tambahnya.

Sementara itu ada kisah unik dibalik kemenangan Lalu Muhammad Zohri dkk. Bintang tim estafet Indonesia, Lalu ternyata punya aktivitas sebelum mereka tampil. Sprinter asal NTB itu mengungkapkan aktivitas sebelum turun ke lintasan dengan merapal surat dalam Al-Quran. “Saya berdoa,” dia mengatakan. “Saya doa yasin,” tambah Lalu. (apw/okz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here