Home OLAHRAGA Jelang MotoGP Italia, Dovizioso Butuh Performa Konsisten

Jelang MotoGP Italia, Dovizioso Butuh Performa Konsisten

0
SHARE
LIBAS: Pebalap Ducati Corse Andrea Dovizioso masih yakin bisa bersaing dalam perebutan gelar juara MotoGP 2018. FOTO: Motogp.com

PEBALAP Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso, yakin dirinya bisa mendapatkan hasil maksimal kala tampil di Sirkuit Misano, Minggu 9 September 2018. Pebalap Italia itu mengaku cukup puas dengan hasil ujicoba yang ia lakukan di Misano.

Dovi-sapaan akrab Dovizioso- menilai performa motornya dalam kondisi baik dan tidak menemui kesulitan yang berarti di Misano. Menilik pada hal tersebut, rekan satu tim Jorge Lorenzo itu mengaku cukup optimis untuk meraih hasil maksimal pada gelaran seri ke-13 Moto GP 2018 tersebut.

“Tes di sana (Misano) berjalan sangat baik. Misano adalah sirkuit khusus yang agak sulit bagi kami. Tapi sejak tes pertama telah dipastikan bahwa motor kami lebih baik dari tahun lalu. Saya berharap menjadi lebih konpetitif tahun ini,” ujar Dovizioso seperti dikutip daro Tuttomotoriweb, Kamis (30/8).

“Performa motor sangat baik. Kami merasakannya sejak tes pertama. Saya melihat kami memiliki peluang untuk mendapat hasil maksimal di Misano,” sambung Dovi.

Dovi sendiri masih terus berusaha untuk kembali pada performa terbaiknya musim ini. Seperti diketahui, usai meraih podium juara pada balapan perdana di Sirkuit Losail, Qatar, performa Dovi pada gelaran MotoGP musim ini cenderung mengalami penurunan.

Maka, wajar jika Dovi akan berusaha memberikan penampilan terbaiknya guna meraih hasil positif di Sirkuit Misano.

Sementara itu Dovu tak menampik jika dirinya pernah terlibat perselisihan dengan rekan satu timnya, Jorge Lorenzo. Meski begitu, Dovi -sapaan akrab Dovizioso- menanggapinya dengan santai. Pebalap asal Italia itu mengatakan perselisihan antar rekan satu tim adalah hal yang wajar.

Dovi menambahkan, setiap pebalap memiliki ambisi untuk menampilkan yang terbaik guna menjadi yang tercepat. Sehingga wajar jika kerap berselisih dengan rekan satu tim. Dovi juga memberikan contoh kasus perselisihan antara pentolan Movistar Yamaha, Valentono Rossi dengan Lorenzo.

Seperti diketahui, perang dingin di antar keduanya sudah sering terjadi sejak Lorenzo naik kelas ke MotGP di tahun 2008. Hubungan Rossi dan Lorenzo mencapai titik didih pada Maret 2010. Ketika itu Rossi meminta garasi keduanya dipasangi sekat. Pria Italia itu tidak mau pengaturan motornya diketahui Lorenzo.

“Selalu ada pro dan kontra ketika anda mampu bersaing lalu menjadi yang tercepat di tim. Seperti Jorge atau Valentino, Marquez atau Maverick. Di sisi yang menguntungkan, Anda memiliki seorang pebalap yang kompeten dan Anda dapat melihat bagaimana Ia melakukannnya bukan untuk menyalipnya, karena itu akan menjadi kesalahan,” ujar Dovizioso.

“Tetapi untuk memperhitungkan data yang jika digunakan bisa sangat berguna. Di sisi lain ada fakta bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat Anda lakukan. Lakukan, bukan karena lebih kuat, tetapi karena gaya yang berbeda. Tahun ini membuat saya merasa dalam situasi ketegangan Jorge, itu normal, itu akan menjadi bodoh untuk mengatakan sebaliknya. Jika ada yang seperti dia di kotak Anda harus mencoba dan mengambil kendali,” pungkas Dovi. (apw/dtc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here