Home BANTEN 2 Pejabat Kota Tangerang, Jadi Pejabat Provinsi

2 Pejabat Kota Tangerang, Jadi Pejabat Provinsi

0
SHARE
DILANTIK: Dua mantan pejabat Pemkot Tangerang, yakni Muhtarom (kiri) dan Tabrani (tiga dari kiri) dilantik bersama tiga pejabat hasil lelang jabatan di halaman upacara, KP3B, Kota Serang, Senin (3/9). FOTO: Istimewa

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) melantik lima pejabat hasil lelang jabatan di halaman upacara, KP3B, Kota Serang, Senin (3/9). Selain lima pejabat tersebut, WH juga melantik Asda II Pemprov Banten, Ino S Rawita sebagai Penjabat (Pj) Sekda Banten.

Dari lima pejabat hasil lelang jabatan yang dilantik, dua nama merupakan wajah baru dari Kota Tangerang. Keduanya yakni Muhtarom sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten dan Tabrani sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banten.

Keduanya dilantik bersama Kepala Dishub Banten yang baru Tri Nurtopo, Kepala Biro Administrasi Rumah Tangga Pimpinan (ARTP) Banten,Beni Ismail dan Kepala Biro Umum Banten Muhamad Syaukani. Sebelum menjabat Kepala Bappeda Banten, Muhatorm merupakan Asda II Pemkot Tangerang. Sedangkan Tabrani adalah Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang. Menurut WH, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilantik ini adalah yang terbaik, yang memiliki nilai tertinggi dari tahapan seleksi yang diikuti, bukan pesanan atau kepentingan pribadi.

“Ketika saya lantik jangan dicurigai. Karena ini memang dari yang bersangkutan. Dia yang terbaik. Urutan pertama, tertinggi nilainya. Kalau kebetulan ada dari pihak sana dari pihak sini, itu kebetulan saja,” kata Gubernur asal Kota Tangerang ini. Ia mengungkapkan, tidak pernah mengintervensi terkait siapa dan darimana pejabat yang akan dilantik. Menurutnya, siapapun pejabat yang dilantik, asalkan mampu bekerja keras, profesional dan tidak korupsi, maka tidak menjadi masalah siapa dan darimana asalnya.

Gubernur menyatakan tidak punya kepentingan apapun selain mewakafkan dirinya untuk masyarakat Banten.

“Makanya saya tidak ada beban menonjobkan pejabat yang ternyata tidak bisa kerja. Inspektorat dan BKD awasi para pejabat ini, kalau ternyata dalam 6 bulan tidak ada progres, nonjobkan saja,” ujarnya.

Pada apel bulanan yang dibarengi pelantikan ini, WH juga mengingatkan kepada seluruh ASN yang hadir untuk tidak sungkan bersaing, mengikuti tes untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada.

“Jadi nanti kalau ada kekosongan jabatan, isilah, kalian punya kesiapan untuk ikut dinilai,” katanya. Selain itu, WH juga berjanji akan menaikkan tunjangan kinerja pegawainya pada tahun anggaran 2019 mendatang. Untuk itu dirinya meminta kepada seluruh pegawai meningkatkan disiplin, berkompetisi dalam hal baik guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Berprestasi. Saya sudah janjikan (kenaikan tunjangan), bukan hanya menjanjikan tapi sudah kita desain,” ujar WH yang disambut riang peserta apel. “Cuma yang belum dijanjikan kenaikannya gaji gubernur dan gaji wakil gubernur, karena gaji gubernur di bawah gaji sekda, apalagi gaji wakil gubernur, tapi nggak apa apa, saya ikhlas,” sambungnnya.

Pj Sekda Banten Ino S Rawita, meminta doa agar dapat mengemban amanah yang telah diberikan kepada dirinya. “Piduana (minta doanya),” katanya singkat. Sementara, Kepala Dinkop dan UMKM Tabrani mengatakan, langkah yang akan dilakukan yakni melakukan rapat koordinasi dengan pejabat Dinkop dan UMKM. Ia ingin melihat program apa saja yang belum dan sudah dikerjakan pada tahun anggaran 2018 ini.

“Saya baru dilantik, dan hari ini (kemarin,red), baru mulai masuk. Langkah awal saya akan rapat koordinasi internal. Soal target pribadi, saya harus tahu dulu baca data di kantor nanti setelah itu saya bicara soal target,” kata Tabrani saat ditemui di kantor Bappeda Banten. (tb/ang/bha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here