Home TANGERANG HUB Ada ‘Jurang’ di Lapangan Futsal Ciputat

Ada ‘Jurang’ di Lapangan Futsal Ciputat

1
SHARE
ACROPHOBIA: Ibeng, Warga Ciputat berjalan pelan-pelan di atas lapangan futsal yang telah dihiasi lukisan 3D jembatan jurang. Ia yang takut ketinggian (Acrophobia) cukup kesulitan berjalan di atas lukisan itu. FOTO: Warga Ciputat Wahyu for Tangerang Ekspres

CIPUTAT-Warga Jalan Ki Hajar Dewantara, Gang Nurul Huda 1 RT 2/3 Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat cukup kreatif. Lapangan futsal Refci, yang biasanya dibalut rumput sintetis atau ditaburi cat, ini dibuat berbeda. Mereka, menaburkan lukisan tiga dimensi (3D) di atas lapangan.

Ulah kreatif ini, menuai berkah. Sebab, lukisan 3D lumba-lumba dan jembatan di atas jurang yang dibuat di atas lapangan futsal berukuran 15 meter x 5 meter tersebut, jadi lokasi favorit warga untuk selfie.

Sekretaris Kelurahan Ciputat Nur Rizal mengatakan, ide membuat gambar 3D di atas lapangan futsal muncul dari ide bersama warga RT 2/3, terutama anak-anak muda yang kerap main futsal.

“Warga ingin menciptakan kreasi yang berbeda, lukisan 3D menjadi pilihan yang diambil,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (5/9).

Rizal menambahkan, atas kesepakatan bersama, warga kemudian patungan untuk membeli cat yang diperlukan. Sedangkan yang mengerjakan lukisan adalah warga yang tingga di lingkungan tersebut yang memiliki keahlian melukis. “Namanya Lukman Fauzi, dia tidak dibayar dan pekerjaan dilakukan bersama-sama warga,” tambahnya.

Pekerjaan pembuatan lukisan mulai dilakukan sejak satu minggu lalu. Baru tiga hari dibuat dan belum selesai sudah banyak warga yang datang untuk melakukan foto selfie dan berfoto ria. Selain dua gambar yang dibuat, ke depan akan dibuat dua gambar lagi untuk memperindah lapanagn futsal tersebut.

“Kata yang buat lukisan gambarnya dirahasiakan, yang pasti akan membuat warga datang dan betah berfoto. Lahan lapangan futsal tersebut milik warga dan boleh digunakan untuk kepentingan warga sekitar,” jelasnya.

Meskipun lapangan telah digambar namun, tetap masih bisa digunakan untuk bermain futsal. Setelah selesai ia berharap warga bisa menjaga kebersihan dan tidak mencorat-coret lukisan. Ide dan kreativitas yang dimiliki warga RT 2/3 tersebut sebaiknya bisa diikuti warga lain untuk memperindah wilayahnya.

Jangan hanya berharap dan mengandalkan bantuan dari pemerintah untuk membuat lingkungan menjadi indah. “Biaya bisa berasal dari swadaya masyarakat, keluarga muda yang menyisihkan rejeki untuk mempercantik lingkungan,” ungkapnya.

Untuk mempercantik lingkungan banyak cara yang bisa dilakukan, seperti membuat gang cantik, melukis lapangan futsal dengan gambar 3D dan lain.

“Tapi, ide dan kreativitas yang kita buat jangan sampai mengganggu warga sekitar, contohnya jalannya masih bisa dilalui kendaraan” tuturnya. (bud/esa)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here