Home OLAHRAGA Era Owi/Butet Berakhir, Siapkan Kerangka Utama Olimpiade

Era Owi/Butet Berakhir, Siapkan Kerangka Utama Olimpiade

0
SHARE
CERAI: Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir akhirnya bercerai setelah sekian lama bertanding bersama. FOTO: BIO

TUGAS besar sudah siap kembali dijalankan pemain ganda campuran Indonesia. Walaupun meleset secara target di Asian Games 2018, Richard Mainaky, pelatih ganda campuran pelatnas tidak khawatir.

Pernyataan tersebut merujuk pada persiapan para pemain pelapis yang ada di skuad ganda campuran pelatnas. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi harapan baru, tentu selain Praveen Jordan/Melati Daeva. Terlebih lagi, pasca berpisahnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhir tahun ini.

Owi/Butet-sapaan Tontowi/Liliyana, harus puas dengan medali perunggu ganda campuran di Asian Games 2018. Ujian selanjutnya yakni di tiga turnamen bergengsi, Japan Open, Tiongkok Open dan Korea Open 2018 yang berlangsung mulai pekan depan.

Khususnya bagi Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati. “Ini saatnya mereka kembali membuktikan diri, mereka harapan kami saat ini,” ujar Richard. Sedangkan bagi Ricky Karanda/Debby Susanto juga bakal dievaluasi hingga akhir tahun. Sebab, Debby sudah mengisyaratkan untuk pensiun dari dunia bulu tangkis.

Secara teknis, kerangka utama ganda campuran Indonesia menuju Olimpiade 2020 Tokyo tetap berada di puncak Hafiz/Gloria dan Praveen/Debby. “Mereka ini juga akan kami mainkan di SEA Games 2019, itu ujian mereka di multievent sebelum Olimpiade,“ beber Richard.

Menurutnya, medali emas menjadi target utama yang harus mereka realisasikan. Sementara itu, Owi masih diharapkan bisa berkontribusi pasca berpisah dengan Butet.
Selanjutnya, Owi bakal berpasangan dengan Winny Oktavina Kandow, pebulutangki 19 tahun. Terpaut cukup jauh, dengan Owi yang sudah 31 tahun, kedua pebulu tangkis diharapkan bisa melakukan transfer ilmu. Kebijakan itu yang sudah dijalankan Richard terhadap Owi/Butet sebelumnya.

Sementara itu, bagi Gloria, beban besar yang akan dia emban tentu menjadi tantangan tersendiri. Kini mereka sudah berada di top 10 ganda campuran dunia, tepatnya di peringkat 9 BWF. Untuk pertama kalinya, mereka mengamankan satu gelar di Thailand Open Juli lalu. “Persaingan terus berjalan, saya sama Hafiz mau tetap konsisten, khususnya di tiga turnamen berikutnya,” ujar Gloria. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here