Home BISNIS Sambut Muharram, Novotel Santuni Santri

Sambut Muharram, Novotel Santuni Santri

0
SHARE
SAMBUT MUHARRAM: Sejumlah santri dari Pesantren Amatul Huda berpose bersama di Museum Heritage Tangerang.

TANGERANG – Selain pawai obor yang dilakukan Pemkot beberapa waktu lalu, Novotel Tangerang juga memiliki cara menarik merayakan tahun baru islam (1 Muharram). Yaitu dengan mengajak anak yatim berwisata edukasi di Kota Tangerang.

Resident Manager Novotel Tangerag Irma Riesan mengatakan, dalam rangka merayakan tahun baru islam pihaknya mengajak sebanyak 30 santri dari Pesantren Amatul Huda berkeliling ke Museum Heritage Tangerang. Tujuannya agar para siswa dapat menambah pengetahuan sejarah khususnya mengenai sejarah Kota Tangerang.

“ ini adalah sebuah tanggung jawab kita terhadap komunitas lokal. Dengan membawa meraka ke sini, secara tidak langsung akan membuat wawasan anak-anak tersebut bertambah,” ucapnya ketika ditemui Tangerang Ekspres, Selasa (11/9).

Irma mengatakan, alasannya memilih musium Benteng Heritage adalah sebagai bentuk pelestarian terhadap cagar budaya yang berada di Kota Tangerang. “Tempat ini harus sering kita kunjungi. Karena belum banyak yang mengetahui jika dikawasan pasar lama ternyata terdapat sebuah musium. Jangan sampai generasi dibawah kita tidak mengenal,” tambahnya.

Menurut Irma, agar dapat meningkatkan kunjungan ke musium perlu adanya keseriusan dari Pemda. Salah satunya dengan menyediakan akses dan petunjuk yang diberikan kepada masyarakat. Terlebih, lokasi musium berada di tengah pasar dipadati oleh pedagang.

“Yang terpenting adalah sosialisasinya. Siapa yang menyangka, bangunan ini sudah empat ratus tahun masih tegak berdiri. Kalau tidak ada suport dari Pemkot Tangerang akan susah untuk bangun sendiri,” tambahnya.

Pantauan langsung, disela-sela kunjungan anak-anak diperkenalkan cara membuat makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras (ronde-red). Dimana dalam makanan tersebut mengandung makna cinta terhadap keluarga. Pemilik Musium Benteng Heritage Udaya Halim mengatakan ronde memiliki sejarah yang kental dengan budaya Cina. Sebab, menceritakan tentang pengorbanan seorang anak yang ikhlas merawat orang tuanya yang sedang sakit sehingga anak tersebut rela mengorbankan matanya untuk ibunya.

“ Tidak tega atas pengorbanan sang anak, ibunya menaruh ronde kedalam mata sang anak. Dan berkat kuasa tuhan, ronde tersebut berubah menjadi sepasang mata,” pungkasnya. (mg-6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here