Home BISNIS AirNav dapat Predikat ‘Sangat Bagus’

AirNav dapat Predikat ‘Sangat Bagus’

0
SHARE
BUMN Award 2018: Direktur Keuangan AirNav Indoneisa Hendroyono menerima penghargaan dalam ajang info infobank 9th BUMN Award 2018 kategori BUMN, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (26/9).

Jakarta – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia, mendapatkan predikat kinerja keuangan ‘Sangat Bagus’ untuk kategori BUMN. Penghargaan ini diberikan pada ajang Infobank 9th BUMN Award 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (26/9).

Penghargaan diterima oleh Direktur Keuangan AirNav Indonesia Hendroyono. Dalam sambutannya Hendroyono menyatakan rasa syukur atas penghargaan yang diterima perusahaannya.

“Ini membuktikan bahwa AirNav Indonesia telah mampu secara konsisten dalam menjalankan kinerjanya dan kita akan terus pertahankan dan tingkatkan prestasi ini,” ujar Hendroyono.

Terdapat tujuh indikator kinerja keuangan yang dijadikan dasar penilaian pada rating BUMN. Ketujuh indikator itu adalah peringkat profil manajemen risiko, peringkat nilai komposit GCG, permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.

AirNav merupakan salah satu BUMN yang berhasil memenuhi predikat sangat bagus dalam memenuhi indikator tersebut. Pencatatan kinerja positif tersebut ditandai dengan pertumbuhan penyaluran pendapatan yang tercatat meningkat dari sebesar Rp 2,52 triliun di tahun 2016 menjadi Rp 2,78 triliun di tahun 2017.

“Pertumbuhan tersebut tentunya didorong dengan upaya perbaikkan yang dilakukan antara lain dengan menyempurnakan SOP, sentralisasi proses analisa dan administrasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia” ujar Hendroyono.

Berbagai peningkatan kinerja keuangan tersebut telah mendorong pencapaian laba di tahun 2017 sebesar Rp457,36 miliar dengan total aset mencapai Rp5,20 triliun.

Berdasarkan PP No.77 tahun 2012 AirNav merupakan penyedia jasa pelayanan navigasi penerbangan sesuai dengan standar yang berlaku yang memiliki tolak ukur kinerja yang dilihat dari sisi safety dan harus mengikuti perkembangan dan standar yang diatur secara ketat dalam Civil Aviation Safety Regulation.

“Sebagai perusahaan umum yang bertujuan untuk meningkat pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, AirNav menjalankan Business Process dengan cara Cost Recovery. Oleh karena itu dengan pendapatan yang besar, AirNav juga memiliki nilai investasi yang sangat besar mencapai Rp2,10 triliun di tahun 2017,” tambahnya.(riz)

Airnav Indonesia merupakan BUMN yang didirikan tanggal 13 September 2012 sesuai amanat UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dan bertugas menyediakan pelayanan navigasi penerbangan. AirNav melayani navigasi penerbangan di 285 titik layanan di seluruh Indonesia. Selain itu, AirNav juga melakukan pelayanan navigasi penerbangan di sejumlah ruang udara negara lain. Luas ruang udara Indonesia adalah 1.476.049 NM, sementara AirNav melayani Flight Information Region (FIR) seluas 2.219.629 NM. (RIZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here