Home TANGERANG HUB Warga Binaan Rutan Jambe Gelar Doa untuk Korban Tsunami

Warga Binaan Rutan Jambe Gelar Doa untuk Korban Tsunami

0
SHARE
DOA BERSAMA: Warga binaan Rutan Kelas I Tangerang, menggelar doas bersama untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). FOTO: Syukur Rahmat Halawa/Tangerang Ekspres

JAMBE – Ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan seluruh jajaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Tangerang di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang melaksanakan salat gaib dan doa bersama bagi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam pelaksanaan salat dan doa bersama para warga binaan beserta seluruh jajaran Rutan Kelas 1 Tangerang terlihat khusyuk, melantunkan doa bagi para korban bencana alam yang terjadi, Jumat (28/9) lalu.

Kepala Rumah Tahanan Kelas 1 Tangerang, Dedi Cahyadi mengatakan, salat dan doa bersama ini sebagai bentuk duka cita bagi para korban bencana alam di Palu.

“Kami keluarga besar Rutan Kelas 1 Tangerang mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, atas peristiwa bencana yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah,” kata Dedi, kepada Tangerang Ekspres usai mengikuti salat ghoib dan doa bersama, Minggu, (30/9).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, hingga saat ini baru Kota Palu yang diperoleh data dampak dan penanganan bencana. Sedangkan di Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong belum ada laporan.  Itu terjadi karena karena listrik padam dan komunikasi putus.

Dari data yang berhasil didapatkan Dedi dari BNPB, sampai Minggu (30/9) siang, jumlah korban tewas dalam bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu telah meningkat menjadi 832 orang, diperkirakan jumlah ini masih akan terus meningkat tajam dan meyakini area yang terkena dampak menjadi lebih besar dari yang diperkirakan semula.

Banyak warga dilaporkan masih terperangkap di antara puing-puing bangunan yang hancur akibat gempa berkekuatan 7,5 SR, yang melanda Jumat (28/9) dan memicu gelombang tsunami setinggi enam meter.

Sementara korban tewas yang berhasil dikonfirmasi saat ini jumlahnya sudah lebih dari dua kali lipat yakni sebanyak 821 yang berasal dari Kota Palu, pihak berwenang mengaku masih kesulitan untuk menilai situasi di Donggala, kota yang paling dekat dengan episentrum gempa. (srh/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here