Home TANGERANG HUB GSM Dorong Perubahan Metode Pelajaran

GSM Dorong Perubahan Metode Pelajaran

1
SHARE
DEKLARASI: Sebanyak 2.500 guru SD dan SMP Kabupaten Tangerang mendeklarasikan Gerakan Sekolah Menyenangkan yang dihadiri Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, di Lapangan Maulana Yudha Negara, Puspem Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Selasa (16/10). FOTO: Dsikominfo Kab. Tangerang for Tangerang Ekspres

TIGARAKSA – Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan di sekolah wajib dilakukan guru. Hal tersebut yang diungkapkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, saat deklarasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang diikuti 2.500 guru SD dan SMP dilaksanakan di Lapangan Maulana Yudha Negara Puspem Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Selasa (16/10).

Implementasi tersebut bukan hanya dari sarana prasarananya, tapi juga metode pelajaran yang komunikatif, inovatif, dan juga kreatif yang dilakukan guru kepada anak muridnya di sekolah.

“Guru harus bisa memberikan suasana yang menyenangkan kepada anak-anak didik sekolah. Bukan saja sarana dan prasarana, tapi juga metode pembelajaran yang komunikatif, inovatif, dan kreatif,” ujar Zaki, saat memberikan sambutannya.

Zaki menjelaskan, program GSM secara bertahap sudah mulai berjalan di Kabupaten Tangerang, salah satu contohnya sanitasi di setiap sekolah. Namun lanjutnya, saat ini tinggal beberapa program saja yang harus ditambahkan berupa kegiatan-kegiatan yang membuat anak mencintai sekolah.

“Yang sudah berjalan di Kabupaten Tangerang terkait sanitasi sekolah dan program kurangi sampah. Hanya saja tinggal ditambah dengan kegiatan-kegiatan yang membuat anak betah dan mau mendatangi sekolah setiap hari,” jelas Zaki.

Zaki berharap, program ini akan terus berjalan dan selalu berkembang menjadi lebih baik, menjadi gerakan daerah dan menjadi kewajiban untuk setiap sekolah khususnya yang ada di Kabupaten Tangerang, bukan sebatas seremonial deklarasi.

“Harapannya program ini berjalan dan berkembang terus bukan hanya sebatas seremonial, tapi juga menjadi gerakan daerah yang reguler,” kata Zaki.

Kata Zaki, kepala sekolah dan guru harus kompak dalam membuat kenyamanan di lingkungan sekolah, lanjut Zaki, mulai dari kebersihan lingkungan sekolah, hingga berinteraksi dengan baik dengan siswa/siswi jadi disekolah menyenangkan bagi mereka.

“Buat suasana lingkungan sekolah menyenangkan. Selain murid mendapatkan pengajaran yang layak, harus mendapatkan kenyamanan di sekolah,” ungkap Zaki, di depan guru dan kepala sekolah.

Kepala dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Hadisa Masyhur, menambahkan, deklarasi ini diikuti 2.500 orang diantaranya para kepala sekolah dan para guru perwakilan SD dan SMP.  Kata Hadisa, menjadi tugas guru menciptakan suasana sekolah agar lebih menyenangkan.

“Deklarasi ini dimaksudkan lebih membuat suasana pembelajaran yang nyaman, mulai dari sekolah hingga siswa lebih giat dan aktif di sekolah,” imbuh Hadisa.

Lebih lanjut ia memaparkan, GSM adalah gerakan mempromosikan dan membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah, serta para pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal keterampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang sukses.

Gerakan ini bertujuan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak, serta sebagai tempat menumbuhkan manusia-manusia yang berjiwa, peduli pada lingkungannya, juga mampu memberi manfaat pada sekitarnya.

“Gerakan ini berusaha mengubah mindset para pendidik bahwa setiap anak adalah manusia yang memiliki keunikan untuk dikembangkan. Oleh karena itu nilai (ujian) bukan segala-galanya,” kata Hadisa.

“Mudah-mudahan ini menjadi bukti bahwa trisentra pendidikan yang dibangun Ki Hadjar Dewantara masih hadir, yakni kolaborasi antara para pejabat, pengusaha, dan komunitas sosial yakni guru-guru dan kepala sekolah untuk membangun pendidikan yang memanusiakan anak-anak kita,” tutup Hadisa. (mas)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here