Home PENDIDIKAN Unpam Teken MoU, Suplai Mahasiswa PKL ke Jepang

Unpam Teken MoU, Suplai Mahasiswa PKL ke Jepang

0
SHARE
MoU: Rektor Unpam, Dayat Hidayat (dua dari kiri) bersama jajaran Japan Association of Career Course and Employment Support (Jacces) saat melakukan kerjsama program intership (PKL) ke negara Jepang. FOTO: Bunga Mardhikarani/Tangerang Ekspres

PAMULANG – Terus meningkatkan kualitas mahasiswanya di bidang pendidikan. Untuk pertama kalinya, Universitas Pamulang (Unpam), Prodi Administrasi Perkantoran dan Sastra Inggris akan mengirimkan sejumlah mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti program Internship (PKL) di Negara Jepang.

Program tersebut merupakan hasil kerjasama antara Unpam dengan Japan Association of Career Course and Employment Support (Jacces). Melalui program tersebut, mahasiswa yang berangkat dapat menambah wawasan dan kemampuan bahasa Jepang. Serta pembekalan mahasiswa untuk memiliki wawasan global untuk menghadapi era 4.0 industri.

Rektor Unpam, Dayat Hidayat menuturkan kini kesempatan magang di Jepang terbuka luas bagi mahasiswa Unpam. “Untuk implementasi pertama ini, kami akan berangkatkan mahasiswa Sastra Inggris dan Administrasi Perkantoran. Tapi selanjutnya STIKES Unpam dan sejumlah prodi Unpam lainnya juga akan gabung dengan program ini,” ungkap Dayat usai melalukan MoU, di gedung kampus, Kamis (18/10).

Lanjut Dayat, Unpam akan terus mengupayakan dan mendukung program-program internasional guna membekali para mahasiswa dengan global experience. Hingga Unpam memiliki standar kelulusan yang tidak hanya dipergitungkan di negeri sendiri namun hingga ke negeri sakura tersebut.

Sementara itu, Prodi Administrasi Perkantoran Dewi Anggraeni menjelaskan mahasiswa yang nantinya akan bertolak ke Jepang mengikuti serangkaian seleksi. Diantaranya wajib bersertifikat N3 atau setara N3 dan melewati proses interview.

“Mahasiswa yang lolos seleksi dan berkesempatan PKL di Jepang tidak ada biaya khusus. Bahkan, selama di Jepang nanti, peserta akan mendapat tunjangan hidup agar bisa membantu biaya hidup selam di Jepang. Mereka tidak hanya belajar, tapi bekerja sesuai bidangnya masing-masing, disitulah mereka mendapatkan uang saku,” jelas Dewi pada Tangerang Ekspres.

Kata Dewi, tiga bulan sebelum keberangkatan mahasiswa akan mengikuti pendidikan bahasa Jepang. Sesampainya di Jepang, mahasiswa akan diperkuat kosa kata bahasa Jepang hingga budaya. Sejauh ini, direncanakan Februari akan menjadi pemberangkatan pertama internship ke Jepang dengan kisaran 20 mahasiswa.(bun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here