Home OLAHRAGA Panjat Tebing, Back-to-back Emas Aries-Aspar

Panjat Tebing, Back-to-back Emas Aries-Aspar

0
SHARE
RAJA DI TIONGKOK: Atlet panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu (tengah) dan Aspar Jaelolo terus merajai kejuaraan dunia panjat tebing di Tiongkok. FOTO: JPNN

SERIES kejuaraan panjat tebing internasional di Tiongkok menjadi show atlet Indonesia, khususnya di nomor speed putra dan putri. Seperti yang terjadi di IFSC Climbing Worldcup (lead-speed) di Wujiang, Tiongkok (20-21/10).

Hasilnya, dua atlet nomor speed Indonesia, Aspar Jaelolo dan Aries Susanti Rahayu. Keduanya secara back-to-back mengamankan medali emas setelah dari ajang sebelumnya, The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018 di Xiangshan, Tiongkok 13 Oktober lalu.

Prestasi tersebut membuktikan bahwa mereka memang layak bersanding dengan atlet level dunia. Pada babak final, Aries mengalahkan atlet asal Prancis, Anouck Jaubert. Atlet berhijab itu mencatatkan waktu 7,740 detik, sedangkan Jaubert menyusul di belakangnya, dengan 8,010 detik.

Aries mampu mempertahankan medali emas pada seires IFSC Climbing Worldcup. Sebelumnya dia menjadi juara di seri Chongqiang, Tiongkok Mei lalu. “Saya tidak ingin berhenti,” katanya. Aries berambisi memecahkan rekor dunia di speed individual putri.

Khusus Aries, ini merupakan emas ketiga di turnamen series Tiongkok. Sebelumnya, dia mengamankan medali emas di The Belt and Road International Climbing Master Tournament 2018 di Huaian (9-10/10) dan di Xiangshan (13-14/10).

Sementara itu, Aspar menuntaskan ambisinya untuk mendulang emas di ajang worldcup. Pada ajang yang sama Mei lalu, atlet yang membela DKI Jakarta di PON 2016 itu hanya mendulang perak.

Di final kemarin, Aspar mengalahkan Ludovico Fossali dari Italia. Aspar menyentuh tanda finis tercepat dengan 5,810 detik.

Adapun Fossali terpaut, 0,130 detik di belakang Aspar. Di sisi lain, peraih medali emas nomor speed putra di Asian Games, Reza Alipourshena hanya menempati peringkat ketiga.

“Selama ini saya masih punya mimpi, jadi masih ada waktu untuk membuktikannya,” terang atlet dengan rambut nyentrik tersebut.

Secara teknis, potensi atlet Indonesia untuk kembali menjadi juara di pentas internasional hanya bermodal persiapan dua pekan pasca Asian Games 2018.

Kepala Bidang Pembinaan PP FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Caly Setiawan berharap kepada Aspar untuk bisa memperlihatkan diri sebagai atlet top dunia. “Ini  memang merupakan hasil kerja keras mereka selama latihan dan di pertandingan,” sebutnya. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here