Home TANGERANG HUB Kena Tol Sercin, 3 TPU Direlokasi

Kena Tol Sercin, 3 TPU Direlokasi

0
SHARE
PEKERJAAN BERAT: Sejumlah alat berat mengerjakan perataan di proyek Jalan Tol Serpong-Cinere, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

PAMULANG-Tanah wakaf yang terkena imbas pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere, dibayarkan. Ada sebanyak 11 bidang meliputi tujuh bangunan masjid, tiga Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan satu gereja direlokasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Serpong-Cinere (Sercin), Budi Cahyono menyatakan optimis seluruh tanah wakaf, terbayarkan hingga akhir bulan Desember ini.

”Semua tanah wakaf yang terkena pembangunan tol sepanjang 10,14 KM tersebut sudah mendapatkan ruislag dengan total anggaran sekitar Rp14 miliar dan dibelikan tanah pengganti dengan seizin nazir,” katanya.

“Sejauh ini, untuk keseluruhan pembebasan lahan sudah mencapai 87,7 persen dari total 2.116 bidang yang dibebaskan. Sisanya masih dalam proses penyelesaian pembayaran,” jelas Budi.

Salah satunya, ruislag Masjid Al Araf menempati lokasi baru di RT 06 RW 04 Jalan Serua Indah 2, Keluarahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang.

Sementara, Lurah Bambu Apus, Subur berharap tanah wakaf yang terkena dampak diatas pihak pemilik proyek PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) khususnya di wilayah Bambu Apus agar cepat selesai.

”Saya harap ini bukan yang terakhir, karena masih ada makam dan masjid lainnya. Semoga acara ini sebagai permulaan dibangunnya mushola yang telah menjadi Masjid Al Araf sebagi tempat beribadah bagi warga Bambu Apus,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris pelaksana pengadaan tanah tol Sercin, Hodidjahmenyatakan keterlambatan pembebasan lahan, lantaran berbagai faktor. Ada yang sengketa lahan karena tumpang tindih kepemilikan lahan. Dan, tidak diketahuinya keberadaan pemilik lahan. Juga, karena keinginan warga untuk dibebaskan seluruh lahannya.

”Mulai dari sengketa sampai persoalan tidak diketahui keberadaan pemiliknya, tercatat sebanyak 20 bidang tidak tahu sekarang domisili pemilik lahan tersebut,” katanya.

Lalu, sambungnya, ada yang meminta pembayaran lahan seluruhnya. Jadi, tidak menerima pelunasan lahan yang terkena proyek. Sedangkan, pembayaran hanya bisa dilunasi lahan yang terkena proyek tol.

”Contohnya, warga memiliki lahan seluas 200 meter, namun sesuai trase hanya 150 meter saja yang terdampak tol,” ucapnya

”Sisanya yang 50 meter ini warga minta dibayarkan sekaligus. Tentu kami tidak bisa mengabulkan itu, jadi pemilik enggan menyerahkan dokumen administrasinya ke kami. Nah, yang seperti ini banyak dan menghambat kami,” tukasnya.

Jalan Tol Cinere-Serpong ditargetkan beroperasi pada Semester I Tahun 2019. Untuk Seksi I Ruas Serpong Junction Pamulang/Martadinata Interchange sepanjang 6,5 km dan Seksi II Cinere-Pamulang sepanjang 3,64 km akan diselesaikan bersamaan tersambungnya dengan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi 3. Menariknya, salah satu pemandangan yang bisa dinikmati pengguna jalan tol Cinere-Serpong adalah Situ Pamulang. (rb/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here