Home TANGERANG HUB Dinsos Terapi Wicara Bagi Anak Gagap

Dinsos Terapi Wicara Bagi Anak Gagap

1
SHARE
PELATIHAN: Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Asep Sopari (tiga kiri) didampingi penerjemah membuka pelatihan tuna wicara di SKH Assalam 01, Serpong, Kota Tangsel, Senin (5/11). FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel memberikan pelatihan terapi wicara disabilitas ganda kepada puluhan anak disabilitas. Terapi ini digelar di Sekolah Khusus Assalam 01, Kavling Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, Senin (6/11).

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Wulan menjelaskan, kegiatan ini melatih anak-anak disabilitas untuk terapi wicara dengan melibatkan guru-guru dari sekolah khusus yang ada di sekolah khusus Assalam 01.

“Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama enam hari. Mereka diajarkan belajar membaca, berbicara, mengenal angka, huruf, jam dan lainnya oleh guru profesional di bidangnya,” ungkapnya.

Tidak hanya diberikan terapi wicara, anak-anak ini pun diberikan alat edukasi terapi wicara. “Setelah latihan selama enam hari, anak-anak ini diberikan peralatan sehingga bisa digunakan di rumah untuk memudahkan mereka belajar,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kota Tangsel, Asep Sopari, menjelaskan, terapi wicara adalah terapi untuk membantu seseorang menguasai komunikasi bicara dengan baik.

Terapi ini, bisa diberikan kepada: Anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay), anak-anak dan orang dewasa yang baru selesai menjalani operasi celah bibir (cleft lip/sumbing) dan celah langit-langit (cleft palate), anak-anak dengan hambatan tumbuh kembang khusus (autisma, down syndrome, tuna rungu, cerebral palsy). Anak-anak/orang dewasa yang mengalami gangguan bicara lainnya: gagap (sttutering), cadel, dan lain-lain.

“Kita ingin melatih kemampuan mereka untuk bisa mengenali diri sendiri, membaca sehingga diharapkan bisa berguna bagi anak-anak disabilitas ini,” katanya.

Lanjutnya,kegiatan digelar dalam upaya pemerintah memberi fasilitasi kepada anak berkebutuhan khusus (ABK). “Sebagai upaya penanganan permasalahan sosial, maka diselenggarakan layanan terapi bagi anak disabilitas,” ujarnya. (*)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here