Home TANGERANG HUB Terminal Pondok Cabe Dilengkapi Bus ke Bandara Soetta

Terminal Pondok Cabe Dilengkapi Bus ke Bandara Soetta

1
SHARE
RESMI BEROPERASI: Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengangkat bendera sebagai tanda dioperasikannya Terminal Tipe A Pondok Cabe, Senin (31/12). FOTO: Tri Budi/Tangerang Ekspres

PAMULANG-Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan layanan transportasi umum masal bagi masyarakat, khususnya di Jabodetabek. Salah satunya ditunjukkan melalui peresmian pengoperasian Terminal Tipe A Pondok Cabe, Senin (31/12).

Terminal Pondok Cabe yang memiliki luas keseluruhan mencapai 25.995 meter persegi. Yakni, Terminal Angkutan Dalam Kota seluas 1.125 meter persegi, Terminal Bus Antar Kota dengan luas 2.500 meter persegi dan 2.870 meter persegi. Serta, 1.800 meter persegi untuk terminal angkot yang merupakan salah satu terminal tipe A yang kewenangannya dilimpahkan kepada pemerintah pusat.

Berdasarkan pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Terminal Pondok Cabe merupakan terminal tipe A yang kewenangannya dilimpahkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Mengingat keberadaanya yang berada di wilayah Jabodetabek maka, kewenangan pengelolaan dialihkan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, pengoperasian Terminal Pondok Cabe ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menghadirkan sekaligus meningkatkan layanan angkutan umum massal bagi masyarakat.

“Diperlukan terobosan-terobosan supaya masyarakat mau beralih menggunakan angkutan umum. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mendekatkan layanan angkutan umum massal supaya masyarakat mudah dalam mengaksesnya”, ujarnya, Senin (31/12).

Bambang menambahkan, selain sarana berupa armada angkutan umum, prasarana seperti terminal merupakan faktor penting dalam menumbuhkan minat masyarakat untuk mau beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

Bersamaan dengan peresmian pengoperasian Terminal Tipe A Pondok Cabe, dilakukan pula kegiatan flag off layanan bus Transjabodetabek.

“Pengoperasian layanan bus Transjabodetabek dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses angkutan umum sekaligus untuk mencapai Terminal Pondok Cabe,” tambahnya.

Masih menurut Bambang, selain 33 PO bus Antar Kota Antar Provinsi yang siap melayani masyarakat yang akan bepergian dari terminal Pondok Cabe menuju kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur maupun Daerah lstimewa Yogyakarta, melalui Flag Off Bus Transjabodetabek, Terminal Pondok Cabe juga siap melayani masyarakat yang hendak bepergian menuju Bandara Soekarno Hatta.

Masyarakat Tangsel sekarang tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi jika ingin bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta karena, sudah ada 8 unit armada bus JA Connexion dengan operator Damri yang melayani dari terminal Pondok Cabe.

“Sedangkan untuk memudahkan masyarakat menuju Terminal Pondok Cabe, kita sediakan layanan Bus Transjabodetabek baik Reguler maupun Premium,” jelasnya.

Bambang menjelaskan, dengan diresmikannya layanan tersebut, sebanyak masing-masing 5 armada bus dengan operator PPD siap melayani masyarakat yang akan bepergian dari Terminal Pondok Cabe menuju Senen Jakarta Pusat maupun Tanah Abang Jakarta Pusat dengan layanan Transjabodetabek Premium.

Juga, dipersiapkan pula layanan Transjabodetabek Reguler Transjakarta dengan rute Terminal Pondok Cabe Senen sebanyak 10 unit armada bus, Terminal Pondok Cabe Kampung Rambutan sejumlah 15 unit bus serta 20 unit armada bus dengan rute Terminal Pondok Cabe menuju Tosari atau Bundaran HI. Sedangkan Pondok Cabe menuju Kuningan telah disiapkan armada sejumlah 10 unit bus.

“Untuk Transjabodetabek Reguler dengan operator Mayasari Bakti akan melayani Pondok Cabe menuju Bekasi, Ciawi dan Cikarang dengan armada masing-masing 5 unit bus,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, terminal Pondok Cabe merupakan terminal yang dahulu dimiliki Pemkab Tangerang dan setelah terbentuknya Tangsel, terminal tersebut dihibahkan dan tercatat pada aset Pemkot Tangsel.

“Luasnya mencapai 2,5 hektare pada status guna lahan Dinas Perhubungan Kota Tangsel,” ujarnya.

Benyamin menambahkan, peranan simpul transportasi di Kota Tangsel menjadi suatu hal yang penting dalam pergerakan orang khususnya masyarakat Tangsel unutk menjalankan setiap aktivitasnya. Maka Pemkot Tangsel telah melaksanakan pembangunan terminal Pondok Sabe tersebut dalam tiga tahap yang dimulai dari 2015.

“Pembangunan terminal Pondok Cabe ini juga didukung dari Pemprov DKI Jakarta pada waktu itu dengan berkomitmen memberikan dana hibah unutk terbangunnya terminal Pondok Cabe,” tambah pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut.

Pak Ben menjelaskan, dengan diserahkan dan dioperasikannya terminal Pondok Cabe tersebut oleh badan BPTJ dapat memberikan manfaat dan keberkahan yang lebih baik lagi bagi masyarakat Tangsel dan sekitarnya.

“Mari saling bersinergi, berpegangan tangan untuk sama-sama menjaga terminal Pondok Cabe ini. Dengan rasa saling memiliki, saya yakin terminal ini dapat beroperasi dengan optimal sesuai dengan yang kita harapkan,” tutupnya. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here