Home TANGERANG HUB Ujicoba Stasiun Pengisian Mobil Listrik (SPBL) di Kota Tangsel, Pakai Tenaga Surya...

Ujicoba Stasiun Pengisian Mobil Listrik (SPBL) di Kota Tangsel, Pakai Tenaga Surya Habiskan Rp 800 Juta

0
SHARE
Kepala Layanan Jasa Teknologi BPPT Arie Rahmad mempraktikan cara pengisian baterai ke mobil listrik. FOTO: Khanif Luthfi

Jumlah mobil listrik masih sangat minim. Bahkan, di jalanan utama ibukota pun masih bisa dihitung dengan jari. Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Listrik (SPBL) berdiri di Kota Tangsel. Dibuat menghabiskan biaya fantastis. Pelanggannya masih sepi.

KHANIF LUTFI-Kota Tangsel

‘Kita masih suka minyak bumi ketimbang listrik yang ramah lingkungan’. Pernyataan itu masih mengakar hingga sekarang. Ya, semua punya alasan kuat untuk memilih dua tenaga ini. Sekian puluh tahun, industri dan otomotif terus menguras minyak dari perut bumi. Namun, siapa sangka, produksi minyak menjadi momok bagi lingkungan.

Teknologi yang kini semakin dilirik salah satunya mobil listrik. Mobilnya mulai dikeluarkan sejumlah merek. Mulai dari Eropa, Jepang sampai Cina. Sebut saja BMW, Mercedes, sampai Mitsusbishi ikut mengeluarkan mobil tersebut. Mobil ramah lingkungan saat ini sedang mengalami perkembangan pesat di beberapa negara. Mobil ini memanfaatkan baterai untuk menyimpan energi yang digunakan untuk memutar motor listrik.

Tapi, meski mobil listrik sudah dirilis sejumlah pabrikan, masyarakat masih banyak yang belum tahu, jika ada stasiun pengisian bahan bakar listrik (SPBL) resmi milik pemerintah. Lokasinya ada dua. Satu di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta. Satunya di Kawasan Puspiptek Serpong, Kota Tangsel, Banten. Sejak di launching 5 Desember 2018 lalu, stasiun yang saat ini masih digratiskan malah terlihat sepi. Seperti SPBL yang berada di Puspitek, Kota Tangsel. Statusnya memang masih uji coba, tapi bukan berarti cuma pajangan. SPBL berfungsi sebagaimana mestinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here