Home TANGERANG HUB Biar Tak Sakit, Bulu Hewan Harus Selalu Kering

Biar Tak Sakit, Bulu Hewan Harus Selalu Kering

463
0
SHARE

CIPUTAT-Pada musim penghujan seperti saat ini, pencinta hewan peliharaan harus mewaspadai penyakit yang bisa mengancam hewan peliharaannya. Terutama pada kucing dan anjing yang rata-rata dipelihara masyarakat.

Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) pada Dinas Petanian dan Ketahan Pangan (DPKP) Kota Tangsel Pipit Surya Yanuar mengatakan, musim penghujan pemilik hewan peliharaan wajib mewaspadai beberapa penyakit yang bisa menyerang hewan kesayangan.

“Mulai dari penyakit panleukopenia, flu sampai dermatifitosis,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (23/1).

Pipit menambahkan, panleukopenia merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menyerang saluran pencernaan kucing atau diare. Gejala yang timbul adalah kucing tidak mau makan, lemas, muntah dan diare darah.

Sedangkan flu pada kucing umumnya disebabkan oleh bakteri chlamydia dan virus. Gejala yang timbul yaitu demam, tidak nafsu makan, bersin-bersin, mata berair atau belekan, infeksi pada telinga. Juga terdapat leleran hidung dan sariawan.

“Salah satu cara mencegahnya adalah melakukan vaksinasi secara rutin pada kucing peliharaan, tambahnya.

Sementara itu, dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur dan pada musim hujan kerap menyerang hewan anjing dan kucing. Ciri-ciri penyakit kulit akibat jamur adalah kulit akan menjadi kemerahan, terasa gatal sehingga digaruk dan teerdapat ketombe atau kerak-kerak pada kulit.

Penyakit tersebut dapat dicegah dengan menjaga kondisi kulit dan bulu agar tetap kering. Pecinta hewan harus memandikan anjing dan kucing dengan sampo yang memiliki formula anti jamur dan bakteri. “Jika kucing atau anjing peliharaan memiliki kulit yang sensitif, berikan khusus untuk kulit sensitif, beri vitamin,” jelasnya.

Masih menurut Pipit, selama musim penghujan pengunjung Puskeswan yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang, Ciputat meningkat. Selama Januari ini sudah ada 265 pasien atau hewan yang dibawa untuk diobati atau diperiksa kesehatannya.

Dari jumlah tersebut, 90 persennya didominasi kucing dan 10 persennya anjing. Menurutnya, selama musim penghujan ragam penyakit meningkat dan juga ada virus maupun jamur. “Kalau musim kemarau jumlah dan ragam penyakit pasti turun,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang memerlukan layanan pengobatan hewan peliharaan bisa mengunjungi Puskeswan di BPP Jombang. Tempat tersebut memiliki fasilitas mulai dari pengobatan, bedah kecil (steril dan lainny) sudah bisa. “Kalau untuk USG, ronsen dan cek darah kita belum bisa,” tuturnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here