Home TANGERANG HUB Calon Haji Tak Hanya Dites Fisik

Calon Haji Tak Hanya Dites Fisik

1
SHARE
TES KESEHATAN: Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mendatangi meja pelayanan kesehatan di tes kesehatan calon haji, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Sebanyak 693 calon jamaah haji dari Kota Tangsel mengikuti tes kebugaran yang diadakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel di Tandon Ciater, Selasa (29/1). Jumlah tersebut merupakan tahap pertama dan akan ada tahap kedua.

Plt Kepala Diskes Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, kebugaran bagi jamaah haji merupakan elemen mendasar dalam merumuskan ketahanan dan kekuatan fisik, dengan kondisi yang bugar dapat meningkatkan kinerja jantung, paru-paru, otot, dan kemampuan berotot.

“Kebugaran merupakan salah satu di antara berbagai faktor yang menentukan derajat kesehatan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (29/1).

Deden menambahkan, kebugaran tidak semata-mata dinilai secara fisik tapi, meliputi seluruh tubuh, pikiran dan emosi. Kebugaran fisik dapat mencegah atau mengobati banyak bersifat kemunduran kondisi kesehatan yang dihasilkan oleh gaya hidup tidak sehat atau penuaan.

Selanjutnya kebugaran fisik sangat penting untuk membantu meminimalkan masalah kesehatan seperti gangguan jantung dan obesitas yang semuanya dapat mempengaruhi kehidupan dan fungsi pekerjaan sehari hari. “Salah satu tes kemampuan ini adalah tes kebugaran dengan metode tes jalan rockport,” tambahnya.

Masih menurut Deden, tes jalan rockport merupakan salah satu metode yang biasa dipakai untuk menilai kesanggupan kardiovaskuler saat beraktivitas fisik dengan mengestimasi kapasitas aerobik. Orang yang dites diminta berjalan secepat mungkin sesuai kesanggupan sejauh 1600 meter.

Kemudian dihitung waktu tempuhnya dan denyut nadinya dalam satu menit. “Tes ini dapat dilakukan pada semua orang, baik pria maupun wanita, setelah dinyatakan aman untuk melakukannya oleh dokter pemeriksa,” jelasnya.

Menurut Deden, tes tersebut dilakukan untuk terlaksananya pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jemaah haji sesuai standar dalam upaya menuju istithaah kesehatan jemaah haji. Terlaksananya pembinaan kesehatan masa keberangkatan, terlaksananya pendekatan keluarga dan koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam proses pemeriksaan dan pembinaan kesehatan jamaah haji. Juga terlaksananya peran serta masyarakat dan profesional dalam pemeriksaan dan pembinaan kesehatan haji.

“Termasuk terlaksananya monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kesehatan haji menuju istithaah dan meningkatnya kesehatan dan kebugaran calon jamaah haji,” ungkapnya.

Deden menjelaskan, tes tersebut dilakukan dua tahap, tahap pertama calon jamaah haji Kota Tangsel 2019 sebanyak 693 orang. Dalam tes kebugaran tersebut, Dinkes menerjunkan 8 dokter. Calon jamaah haji tersebut berasal dari 7 KUA, 10 KBIH yang ada di Tangsel.

“Dengan diadakannya tes kebugaran ini diharapkan adanya peningkatan kesehatan dan kebugaran calon jamaah haji Tangsel 2019,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, tes kebugaran merupakan rangkaian pelaksanaan jamaah haji. “Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu yang telah diberikan kesempatan oleh Allah SWT menjadi jamaah calon haji dari Kota Tangsel untuk menunaikan rukun Islam yang kelima pada musim haji tahun ini,” ujarnya.

Airin menambahkan, masih banyak diantara saudara-saudara kita yang seharusnya berangkat tahun ini tapi, harus tertunda keberangkatannya beberapa faktor. Kepada bapak ibu yang telah diberikan kesempatan agar menyiapkan diri dalam melaksanakan ibadah.

Ibadah haji adalah rangkaian ibadah yang memerlukan kesehatan, kebugaran tubuh disamping kesiapan finansial dan mental serta kesiapan pengetahuan dan pemahaman mengenai rangkaian ibadah. “Tes kebugaran ini bertujuan memonitoring kesehatan calon jamaah haji,” jelasnya.

Ibu dua anak tersebut menjelaskan, melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 tahun 2016 tentang istithaah kesehatan haji dalam rangka memberikan perlindungan terhadap jemaah haji agar dapat melaksanakan ibadahnya sesuai dengan ketentuan syariat islam.

“Ini adalah proses yang harus dilakukan, untuk memberikan pelayanan kepada bapak ibu, dan memotret kondisi kesehatan calon jamaah haji, mumpung masih ada waktu untuk menjalankan pola hidup sehat sebelum berangkat,” tuturnya.

Sementara ditempat yang sama, Kepala Kemenag Kota Tangsel Abdul Rozak mengatakan, tahun ada 1.163 calon jamaah haji yang akan berangkat. Jumlah tersebut menunggu pelunasan dan hasil tes kesehatan, tes kebugaran merupakan sarat wajib haji.

“Kemampuan tidak hanya materi, sehingga butuh tes kebugaran agar melindungi jamaah haji menjalankan ibadah dengan nyaman, ” ucapnya. (bud)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here