Home BANTEN Pasar Kepandean Rampung Akhir Februari

Pasar Kepandean Rampung Akhir Februari

0
SHARE
TINJAU PASAR: Walikota Serang Syafrudin beserta jajarannya meninjau pembangunan Pasar Kepandean, Kota Serang, Jumat (22/2). FOTO: Herlin Saputra/Banten Ekspres

SERANG –¬†Pembangunan Pasar Kepandean Kota Serang sudah mencapai 50 persen. Pembangunan pasar ini dilakukan oleh Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Serang sudah mencapai 50 persen pembangunannya. Hal tersebut diungkapkan Walikota Serang, Syafrudin saat melakukan peninjauan langsung pembangunan Pasar Kepandean, Kota Serang, Jumat (22/2).

Menurut dia, pekan depan Pasar Kepandean diperkirakan sudah bisa digunakan untuk berjualan para pedagang kaki lima (PKL) hasil pemindahan dari sekitar Stadion Maulana Yusuf Serang.

“Minggu depan sudah bisa kepakai, akhir bulan Februari ini sudah bisa digunakan. Untuk PKL yang minta kesempatan berjualan lagi ke stadion saya kira tidak bisa karena di sini (Kepandean) sudah bisa digunakan,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Ia juga memastikan bahwa pekan depan dirinya akan mengontrol kembali pembangunan pasar tersebut dan akan melihat apa-apa saja kekurangannya. Untuk eks pedagang stadion diharuskan segera mendaftar karena jika belum terdaftar nanti tidak akan kebagian karena kuotanya 500 tempat.

“Rabu depan ini kan kami akan melakukan pertemuan lagi dengan PKL dan memastikan stadion tidak bisa dipakai. Ada kemungkinan juga setelah pertemuan itu, PKL langsung menempati Pasar Kepandean. Makanya segera mendaftar kalau tidak nanti mohon maaf jika tidak kebagian,” ungkapnya.

Saat ini, kata Syafrudin, pedagang yang sudah mendaftar untuk berjualan di Pasar Kepandean sekitar 150 pedagang dari 350 PKL yang berjualan di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang. “Kita utamakan pedagang stadion, sudah 50 persen yang mendaftar,” katanya.

Syafrudin meminta kepada Disperindagkop UKM Kota Serang agar para PKL yang sudah mendaftar jangan sampai dipersulit dan jangan dipungut biaya apapun, sebab pedagang di sini baru mulai. Akan tetapi, jika sudah mapan, bisa jadi kedepan bisa dipungut biaya retribusi.

Ia juga memastikan bahwa Pasar Kepandean itu tidak ada preman. Jika ditemukan preman berkeliaran di Kepandean, dirinya meminta kepada Satpol PP Kota Serang untuk segera menciduknya. “Jika ada preman laporkan ke kita, kita akan tindak tegas,” katanya.

Syafrusin menambahkan jika Pasar Kepandean itu sudah bisa digunakan, pihaknya akan menyelenggarakan acara untuk menarik warga berkunjung ke sana. Acara itu yang biasa diselenggarakan di Alun-alun Kota Serang. “Kalau sudah jadi kita tidak akan pakai tempat acara di Alun-alun lagi tapi pakai yang di sini (Kepandean),” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindagkop UKM Kota Serang, Jhoni Manahan mengatakan pembangunan Pasar Kepandean sudah mencapai 50 persen. Di pasar itu sudah dipasang paving block dan sebagian pemasangan baja ringan. “Paving block ini akhir bulan beres, setelah akhir bulan ini baru memasuki periode musola, toilet dan baja ringan. Nanti pada tanggal 5 Maret 2019, rencana halaman depan clear, kita akan fasilitasi,” katanya kepada awak media.

Terkait adanya desakan dari PKL yang sudah istirahat terlalu lama tidak berjualan pasca penggusuran di Stadion Maulana Yusuf, Jhoni mengatakan Pasar Kepandean segera digunakan. Hanya jika PKL mengeluh tidak berjualan itu mereka berbicara mengada-ada karena saat ini PKL berjualan di Taman Banten Lestari (TBL) Kota Serang.

“Lebay, buktinya PKL berjualan di sana TBL dan TBL-nya juga mengeluh ke kita (pemerintah) tapi TBL mau menampung mereka sambil menunggu ini beres (Kepandean). Pemerintah kan kerjanya koordinas, TBL koordinasi ke kita. Jika diinstruksikan oleh Pak Walikota kita siap, awalnya juga sudah siap di sini,” ujarnya.

Untuk kekurangannya, kata Jhoni, pemasangan baja ringan kekurangannya masih membutuhkan sejumlah 140 blok dengan ukuran 3 x 2,5 meter. Terkait pungutan PKL, Jhoni mengatakan kalau ada pungutan dari preman, ada penindaknya polisi. Kalau PNS, akan dicopot jabatannya. “Siapa sih yang akan memungut, orang Rp 1-2ribu, malu-maluin saja,” ujarnya. (mg-04/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here