Home OLAHRAGA Perseteruan Persebaya-Arema, “Berlomba” Soal Denda

Perseteruan Persebaya-Arema, “Berlomba” Soal Denda

0
SHARE
PRESTISE: Duel Persebaya dan Arema FC menghasilkan laga sengit di dalam maupun di luar lapangan pertandingan. FOTO: JPG

PERSEBAYA Surabaya dan Arema FC tak hanya bersaing untuk menjadi kampiun di Piala Presiden 2019. Kedua tim asal Jawa Timur itu juga “berlomba” soal besaran denda. Saat ini, Singo Edan –julukan Arema FC- berada di puncak daftar tim dengan denda terbanyak di Piala Presiden 2019. Mereka sudah mengantongi denda sebesar Rp 150 juta. Tapi, posisi mereka bisa saja “dikudeta” oleh Green Force –julukan Persebaya.

Memang, jumlah denda Persebaya masih Rp 105 juta. Mereka ada di urutan kedua bersama Persib Bandung dengan jumlah denda yang sama. Namun, angka itu bisa saja membengkak. Penyebabnya, tentu saja laga karena sejumlah insiden pada final leg pertama antara Persebaya kontra Arema FC di stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4) lalu.

Sementara, sejumlah denda yang dijatuhkan buat Arema terjadi pada laga di penyisihan grup. Mayoritas karena penonton masuk ke lapangan dan pelemparan botol. Nah, manajemen Green Force sadar dengan ancaman denda tersebut. “Ya kami tunggu PSSI saja keputusannya gimana,” kata Candra Wahyudi, Manajer Persebaya.

Ya, Persebaya bisa sedikit tenang. Sebab, meski denda yang harus mereka bayar cukup besar, tapi pendapatan yang diperoleh selama menjadi tuan rumah Piala Presiden 2019 juga melimpah. Bahkan, Persebaya merupakan klub dengan pendapatan terbesar di ajang Piala Presiden 2019.

Dari match fee, hingga saat ini Green Force mengantongi Rp 825 juta. Itu diperoleh lewat lima kemenangan dan dua hasil imbang. Satu kemenangan diganjar Rp 125 juta. Sementara Rp 100 juta untuk hasil imbang. “Ini turnamen penuh transparansi. Jadi semua keuangan bisa diaudit dan diketahui publik,” kata anggota Steering Committee Cahyadi Wanda. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here