Home HUKUM Kemenlu Serahkan WNI Sandera Abu Sayyaf ke Keluarga, Tak Ada Lagi WNI...

Kemenlu Serahkan WNI Sandera Abu Sayyaf ke Keluarga, Tak Ada Lagi WNI yang Ditawan

0
SHARE
PENYERAHAN SANDERA: Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi (ketiga kiri) berfoto bersama WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan, Heri Ardiansyah (kedua kiri) beserta kerabatnya saat acara penyerahterimaan di Jakarta, Kamis (11/4/2019). Kementerian Luar Negeri menyerahkan Heri dan jenazah rekannya Hariadin yang tewas saat menyelamatkan diri dari kelompok Abu Sayyaf kepada keluarga. FOTO: Faisal R Syam / FIN

JAKARTA — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (RI) Retno Marsudi menyerahkan dua warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina selatan kepada keluarga. Dua WNI tersebut yakni Heri Ardiansyah (18 tahun) dan Hariadin (45 tahun).

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan saat ini seluruh warga Indonesia yang disandera kelompok militan di Filipina, Abu Sayyaf, sudah dibebaskan. Sejak 2016, 36 WNI disandera kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Pemerintah Indonesia dan Filipina terus bekerja sama agar seluruh sandera bebas.

“Hal ini membahagiakan karena proses pembebasan ini menandai pembebasan 36 WNI yang disandera kelompok bersenjata Filipina Selatan,” tutur Retno di Gedung Kementerian Luar Negeri, Kamis (11/4).

Kemlu melakukan serah terima dua anak buah kapal asal Indonesia, Heri Ardiansyah dan mendiang Hariadin. Keduanya adalah WNI yang paling terakhir ditawan oleh Abu Sayyaf.

Pada Jumat (5/4), sekitar pukul 18.00 seorang WNI atas nama Hariadin yang disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan meninggal dunia di perairan Pulau Simisa, Provinsi Sulu, Filipina Selatan. Hariadin meninggal akibat tenggelam di laut setelah terbebas dari penyanderaan.

Hariadin bersama WNI sandera lainnya yakni Heri Ardiansyah berusaha berenang ke Pulau Bangalao guna menghindari terkena serangan angkatan bersenjata Filipina terhadap penyandera. Dalam upaya pembebasan tersebut, Heri berhasil selamat.

“Saya atas nama pemerintah RI secara resmi ingin menyerahterimakan saudara kita Heri Ardiansyah kepada keluarga, dan secara simbolis saya juga menyerahkan jenazah Hariadin kepada keluarga,” ujar Retno di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (11/4).

Retno mengatakan, proses pembebasan kali ini menandai pembebasan 36 WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Namun, dalam pembebasan tersebut satu orang WNI tidak dapat diselamatkan, begitu pula satu orang warga negara Malaysia.

“Atas nama pemerintah RI saya mengucapkan duka cita yang sangat dalam kepada seluruh keluarga atas kepergian Hariadin, mudah-mudahan keluarga diberikan keikhlasan dan kekuatan dalam menerima takdir ini,” kata Retno.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here