Home NASIONAL Tak Masuk DPT, Punya KTP Boleh Nyoblos, Di TPS Sesuai dengan Domisili

Tak Masuk DPT, Punya KTP Boleh Nyoblos, Di TPS Sesuai dengan Domisili

0
SHARE
LOGISTIK: Pekerja sedang melipat surat suara di gudang penyimpanan logistik KPU Kota Tangsel. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

Warga yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) tetapi memiliki KTP-el atau suket, tetap bisa nyoblos. Harus mendaftar diri dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK). Bedanya, pemilih yang masuk dalam DPK hanya bisa memilih menggunakan e-KTP dan hanya bisa mencoblos di TPS sesuai domisili. Apabila belum memiliki e-KTP, bisa menggunakan surat keterangan (suket) perekaman e-KTP. “Pemilih DPK akan diberikan waktu mencoblos pukul 12.00-13.00,” kata Komisioner Bawaslu Banten Sam’ani.

Hal itu pun ditegaskan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo. Sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), surat keterangan (suket) bisa dipakai untuk nyoblos. Tjahjo menyatakan, suket sudah mencatat semua data kependudukan seseorang. Nomor Induk Kependudukan (NIK) tertera pada suket. Sehingga, tidak ada yang dapat memanipulasi keabsahan data tersebut.

“Bagi yang baru punya suket (surat keterangan) dan belum sempat mengurus KTP, dia boleh menggunakan hak pilihnya di TPS. Sebab, sudah ada NIKnya,” ujar Tjahjo. Begitu pula dengan masyarakat yang sudah punya KTP, tapi tidak terdaftar pada daftar pemilih tetap (DPT). Tjahjo menjamin bahwa mereka juga mendapat hak pilih dengan mencoblos calon pilihannya di TPS. “Punya KTP-el tapi belum terdaftar di DPT, dia boleh memilih. Datang saja ke TPS sesuai domisili yang tertera pada KTP-nya,” tambahnya.

Jelang H-2 pencoblosan, rumah sakit menjadi sorotan. Hal tersebut berkaitan dengan warga yang tidak dapat mendatangi TPS dikarenakan menjalani perawatan. Pengamat politik dan kebijakan publik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat Djaka Badranaya, mengatakan, rumah sakit bersama rumah tahanan masuk kategori tempat khusus yang memerlukan perhatian penyelenggara serta pengawas pemilu. Termasuk layanan khusus pada saat pelaksanaan pencoblosan.

Ia menilai, langkah-langkah yang sudah ditempuh KPU untuk memastikan hak pilih setiap warga sudah tepat. Penyediaan logistik termasuk kunci sukses penyelenggaraan pemilihan di rumah sakit. Sebab kelebihan maupun kekurangan surat suara dapat memicu potensi kecurangan serta penilaian negatif terhadap kinerja penyelenggara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here