Home BANTEN PDAM Dilarang Jual Air ke Kawasan Industri

PDAM Dilarang Jual Air ke Kawasan Industri

0
SHARE
EKSPOS PDAM: Direktur PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang, Wahyu Prihantono didampingi pimpinan PDAM lain memaparkan kondisi PDAM saat Ekspos BUMD pada Tim Monitoring dan Evaluasi BUMD di Sekretariat Daerah Kabupaten Serang, Kamis (25/4). FOTO: Sutanto/Banten Ekspres

SERANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani Kabupaten Serang tak diperbolehkan menjual air ke kawasan-kawasan industri di Kabupaten Serang. Padahal PDAM itu merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Serang.

Hal itu terjadi karena ada perjanjian kerjasama Pemkab Serang dengan perusahaan swasta dalam penyediaan air di kawasan industri. Perusahaan swasta itu yakni PT STTK sebagai penyedia air ke kawasan-kawasan industri di Serang timur dan PT Sauh Bahtera Samudera (SBS) sebagai penyedia air ke kawasan-kawasan industri di Serang barat.

Perjanjian yang masa berlakunya hingga 2030 itu ditandatangani oleh Bupati Serang sebelum Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjabat.

Akibat kondisi itu, hingga saat ini, PDAM hanya bisa menjual air kepada pelanggan-pelanggan air kelas rumah tangga sehingga pendapatannya pun tak optimal. Selain itu, sejumlah investor yang akan bekerjasama dengan PDAM, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri membatalkan kerjasama tersebut, karena pasar air dinilai tak menguntungkan jika hanya menjual air ke pelanggan rumah tangga.

“Selama ini swasta itu sebetulnya ingin sekali menanamkan modalnya di PDAM Tirta Albantani tetapi yang menjadi masalah adalah begitu mereka melakukan FS (studi kelayakan) menjadi tidak menarik karena ada wilayah-wilayah industri di Serang timur dan Serang barat sudah dikuasai swasta,” kata Direktur PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang, Wahyu Prihantono saat ditemui usai acara Ekspos BUMD pada Tim Monitoring dan Evaluasi BUMD di Sekretariat Daerah Kabupaten Serang, Kamis (25/4)

Menurut Wahyu, dalam perjanjian yang menghambat PDAM itu sudah ditentukan kecamatan-kecamatan hingga desa-desa yang boleh dan tidak boleh dimasuki PDAM seperti Cikande, Kibin, Jawilan, dan Bandung. Desa-desa yang boleh dimasuki PDAM itu merupakan desa-desa yang tak potensial untuk PDAM.

“Kalau seperti itu tidak ada swasta yang mau karena kan tidak menarik, masa kita hanya bisnis di masyarakat berpenghasilan rendah, para investor itu balik,” katanya.

Dengan kondisi seperti itu, kata Wahyu, agar keuangan PDAM tetap baik, pihaknya akan menjual air ke perusahaan-perusahaan di Kota Cilegon dan daerah sekitarnya. Calon pembeli sudah banyak, bahkan ada yang bersedia membeli lebih dari 1.500 meter kubik per detik seperti PT Chandra Asri dan PT  Lotte.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here