Home BANTEN Harga Bawang Putih Meroket Jelang Ramadan

Harga Bawang Putih Meroket Jelang Ramadan

0
SHARE
BAWANG PUTIH: Seorang pedagang menggelar dagangannya di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, Jumat (3/5). FOTO: Doni Kurniawan for Banten Ekspres

SERANG – Hukum ekonomi berlaku ketika jelang Ramadan. Sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar mengalami kenaikan harga karena permintaan tinggi, misal harga bawang putih. Di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang meroket dari Rp 48 ribu menjadi Rp 80 ribu perkilogram.

Salah satu penjual bawang putih di PIR Kota Serang, Furqon mengatakan, kenaikan itu terjadi dari satu minggu kemarin. “Seminggu kemarin baru naik. Naiknya tinggi banget berkisaran Rp 32 ribu per kilogram itu untuk harga bawang putih yang super atau sudah dikupasin kulitnya. Tapi kalau yang belum dikupas saya jual Rp 65 ribu per kilogram,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di lapaknya, Jumat (3/5).

Kenaikan harga bawang putih itu, kata dia, terjadi akibat kekurangan stok di agen yang berada di PIR Kota Serang. Namun, dirinya tidak mengetahui lebih detail selain stok barang terbatas. “Kalau terkait gagal panen atau faktor lainnya saya tidak tahu,” jelasnya.

Menanggapi kenaikan itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperdaginkopukm) Kota Serang, Jhoni Manahan menganggap kenaikan harga bawang putih wajar jelang menyambut hari-hari besar Islam. “Kalau sembako biasanya populasi harga jelang hari raya itu meningkat, terus sekarang musim hujan, pola pengirimannya terlambat,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Puspemkot) Serang.

Kenaikan harga bawang putih itu tidak ada indikasi penimbunan dari orang yang tidak bertanggung jawab. Pihaknya sudah melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga tersebut. “Kami juga berharap dari kementerian bisa memberikan bantuan bawang,” katanya.

Menurut dia, pihaknya belum lama ini mendapat bantuan bawang putih dari pemerintah pusat sebanyak 3,6 ton. Namun, jumlah tersebut hanya mampu bertahan beberapa hari saja. “Jauh masih kurang dan kemarin juga harganya sudah turun karena stoknya banyak, tapi bantuan itu sudah habis, jadi bisa jadi naik lagi yang sebelumnya Rp 35 ribu perkilogram saat ada bantuan dari pemerintah,” katanya.

Kenaikan harga itu pun direspons oleh Pemkab Pandeglang. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pandeglang, pemkab bakal menggelar bazaar murah. Kegiatan itu dilakukan dalam waktu dekat bekerjasama dengan BUMN, BUMD, dan perbankan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang Pery Hasanudin mendukung bazar tersebut karena akan membantu masyarakat tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok pada Ramadan.

“Ini diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu, jadi sasarannya masyarakat miskin. Jangan menjadi konsumsi untuk PNS, kecuali TKK dan TKS,”  tegasnya saat rapat persiapan bazar murah Ramadan di ruang Sekda Pandeglang, Jumat (3/5).

Rencana bazar itu pun diminta agar dipublikasikan agar masyarakat mengetahui. Ia pun meminta OPD di Pemkab Pandeglang turut berpartisipasi. “Silakan tetapkan tanggal, waktu, dan tempatnya. Karena agenda ini dalam rangka keperdulian sosial, untuk mengendalikan harga, dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Disperindag Pandeglang E. Andi Kusnardi menambahkan,  kegiatan bazar rutin dilakukan Disperindag. Tujuannya untuk  membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok pada Ramadan.

Menurut dia, kenaikan harga bahan pokok tak hanya terjadi di Pandeglang, tapi hampir di seluruh kabupaten/kota. “Untuk beras, alhamdulillah masih stabil, dan diperkirakan di bulog stok masih cukup sampai menjelang lebaran,” tuturnya.

Selain bazar murah, kata dia, pada kegiatan tersebut juga akan dilakukan pemberian sekitar 150 paket bahan pokok gratis kepada warga yang tidak mampu. Waktunya diperkirakan pada pertengahan Ramadan atau menjelang Lebaran. (mg-04-mg-05/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here