Home TANGERANG HUB Bidan Tetri Melayani Pasien Sepenuh Hati

Bidan Tetri Melayani Pasien Sepenuh Hati

0
SHARE
TEMPAT: Praktik Bidan Tetri Setianingsih, di Kampung kelor, RT 02/01, Desa Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

SEPATAN TIMUR – Praktik Bidan Tetri Setianingsih, di Kampung Kelor, RT 02/01, Desa Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pasien.

Walaupun, ada pemberitaan dari sejumlah media cetak dan online bahwa, tempat praktik bidan tersebut melakukan kesalahan dalam melakukan persalinan hingga menyebabkan pasien tidak bisa buang air kecil.

Tertri menegaskan, seorang bidan yang bekerja di tempatnya tidak melakukan kesalahan dalam proses persalinan pasien. Jadi, pemberitaan yang menyudutkan itu adalah kabar tidak benar. Tetri menyayangkan, dalam berita itu ditulis salah satu pasiennya berinisial ES tidak bisa buang air kecil (BAK), akibat saluran air kencing terjahit.

“Faktanya, bukan tidak bisa BAK. Tapi, pasien belum lancar BAK. Penyebabnyapun bukan karena saluran air kencing pasien terjahit,  namun karena pasien kurang mobilisasi (gerak) dan kurang asupan cairan,” ucapnya, Minggu (5/5).

Tetri menuturkan, pasien sehat atau dalam ilmu kedokteran disebut OS itu datang ke tempatnya sekitar Pukul 23.20 WIB pada Minggu, 21 April 2019. Lalu, bayi lahir berjenis kelamin laki-laki sekitar Pukul 01.34 WIB Senin 22 April.

Lebih lanjut Tetri memaparkan, pasien meminta pulang sekitar Pukul 11.00 WIB. “Sebelum pulang, pasien menerangkan sudah BAK sebanyak tiga kali, maka kami perbolehkan pulang,” tuturnya.

Pada saat itu, Tetri menyebutkan, pihaknya meminta kepada pasien agar sering mengkonsumsi air minum dan sering bergerak. Kemudian, pihaknya berpesan juga kepada pasien agar datang kontrol ulang pada 24 April.

“Nah, pada 23 April, pasien sudah kesini karena ada keluhan sulit BAK. Setelah itu, kami pasang kateter. Selanjutnya, air kencingpun keluar. Kemudian, setelah pasien merasa nyaman kembali pulang,” tuturnya.

Pada 24 April, kata Tetri, pasien dirujuk ke RSIA Sepatan Mulya. Dan, sambungnya, pasien mendapatkan perawatan selama tiga hari. “Keterangan dokter Nasrudin di RS itupun, pasien belum lancar BAK. Bukan tidak bisa BAK karena saluran air kencing terjahit,” ungkapnya.

“Saat ini, sayapun terus mendampingi pasien agar selalu mendapatkan pelayanan kesehatannya kalau ada keluhan-keluhan,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi via sambungan telepon, senada dengan Bidan Tetri, dr Nasrudin SpOG membenarkan penjelasan yang disampaikan Bidan Tetri. dr Nasrudin SpOG menambahkan, pasien hanya mengalami luka di bagian bawah jalan lahir atau disebut perenium yang dapat robek sebagai jalan keluar bayi. “Kalau saluran kencing pasien tidak masalah,” ucapnya.

Pasien belum lancar BAK, kata dr Nasrudin, merupakan resiko komplikasi persalinan. Jadi, akuinya, bagi perempuan yang menjalani persalinan beresiko kurang lancar BAK.

“Itupun persentasenya tidak besar, namun tetap ada resiko seperti itu. Artinya itu sudah alamiah” jelasnya.

“Jadi, pemberitaan sejumlah media cetak dan online yang menyudutkan bidan di tempat praktik Bidan Tetri terlalu berlebihan. ” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here