Home TANGERANG HUB Sampah Pasar Harus Dicacah, Sebelum Diangkut ke TPA

Sampah Pasar Harus Dicacah, Sebelum Diangkut ke TPA

0
SHARE
DIOLAH: Pemkot Tangerang meminta kepada Pasar yang ada di Kota Tangerang untuk mencacah sampah sebelum diangkut ke TPA Rawa Kucing, Senin (6/5). FOTO: Randy/Tangerang Ekspres

TANGERANG – Pengelola pasar diminta mencacah sampah organik agar saat dibawa ke TPA Rawa Kucing tidak terlalu banyak. Bahkan sampah yang dicacah bisa didaur ulang setelah sampai di TPA.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemkot Tangerang sedang berupaya untuk mencari cara agar sampah yang ada di pasar bisa dicacah terlebih dahulu sebelum dibawa ke TPA Rawa Kucing. Hal itu dilakukan agar bisa menghemat lahan di TPA serta mengehemat operasional.

“Kita sedang merancang bagaiamana caranya sampah di pasar bisa dicacah sebelum di bawa ke TPA Rawa Kucing. Jika dicacah pengolahan sampah bisa menjadi hemat serta lebih mudah dilakukan pengolahan ulang,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (6/5).

Arief menambahkan, dengan cara diolah di hilir sebelum ke hulu bisa mempermudah pengolahannya. Karena memang semua jadi lebih praktis dan tidak harus dua kali dikerjakan. Tidak hanya itu, para petugas juga tidak terlalu mengeluarkan tenaga ekstra jika ada sampah yang menumpuk di pasar.

“Misalnya ada sampah di Pasar Anyar, biasanya perhari itu bisa 6 rit untuk mengambil sampah di Pasar Anyar dan dibawa ke TPA. Jika sebelum dibawa dicacah terlebih dahulu, kemungkinan bisa hemat dan tidak akan mungkin sampai 6 rit untuk mengangkut sampah ke TPA Rawa Kucing,”paparnya.

Arief menjelaskan, bahwa saat ini teknologi pengolahan sampah sudah sangat canggih, hal itu akan dilakukan Pemkot Tangerang untuk menerapkan pengolahan sampah dengan cara canggih. Bahkan pihaknya juga akan mencoba belajar dari salah satu orang yang ada di Berebes untuk membuat pupuk kompos hanya dengan waktu 3 hari.

“Kamarin kita telah mencari orang yang bisa membuat kompos hanya dengan 3 hari saja, dan sedang kita pelajari caranya seperti apa. Karena sebelumnya kita membuat kompos bisa memakan waktu 40 hari, untuk itu kita menginginkan pembuatan pupuk kompos hanya 3 hari,”ungkapnya.

Arief juga meminta kepada masyarakat Kota Tangerang untuk bisa ikut serta dalam melakukan pengolahan sampah. Apalagi saat ini Pemkot bekerjasama dengan Pegadaian dalam pengolahan sampah.

“Sekarang kami juga sudah bekerja sama dengan Pegadaian untuk memberikan emas kepada warga yang berhasil menyumbangkan sampahnya di Bank sampah. Tetapi memang harus dipilah terlebih dahulu agar saat proses pengolahan bisa lebih mudah,”tutupnya, (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here