Home OLAHRAGA Kualifikasi Olimpiade 2010, Berharap Pada Cantika

Kualifikasi Olimpiade 2010, Berharap Pada Cantika

0
SHARE
POTENSIAL: Lifter putri Windy Cantika diyakini bisa berprestasi menembus Olimpiade 2020. FOTO: Detik.com

SKUAT angkat besi Indonesia sudah punya bibit lifter muda yang dipersiapkan sebagai penerus Eko Yuli Irawan dkk kelak. Tidak tedeng aling-aling, para lifter baru ini turut disertakan dalam babak kualifikasi olimpiade. Hasilnya sejauh ini memang masih kalah jauh dibanding lifter senior.

Meski demikian, PB PABBSI tidak pantang menyerah dalam mengasah bakat mereka. Terdekat sebanyak tujuh lifter bakal dikirim untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior yang akan diselenggarakan 1-8 Juni di Suva, Fiji. Mereka adalah M.

Yasin (kelas 61 kg), M. Fathir (kelas 55 kg), Rahmat Erwin Abdullah (kelas 73 kg), Rizka Nur Amanda (kelas 45 kg), Lisa Setiawati (kelas 45 kg), Windy Cantika Aisah (kelas 49 kg), dan Juliana Klarissa (kelas 59 kg).

Harapan baru diberikan pada pundak Cantika. Hal ini didasarkan pada capaiannya ketika terjun perdana di Asian Weighlifting Championship akhir April lalu. Saat itu dia langsung memecahkan rekor dunia remaja di kelas 49 kg. Atlet asal Bandung, Jawa Barat itu membukukan total angkatan 177 kg dengan rincian snatch 80 kg dan clean and jerk 97 kg.

“Tetapi secara target dan peluang kami belum bisa merincinya, sebab ini ‘kan kejuaraan dunia junior di kelas yang baru. Mudah-mudahan bisa ada kejutan lagi,” kata Dirja Wiharja, pelatih kepala pelatnas angkat besi.

Sehingga sampai saat ini Dirja belum bisa memetakan kekuatan lawan, karena perubahan kelas yang terjadi. Hanya saja dirinya berharap supaya para lifter Indonesia mampu memperbaharui total angkatan mereka di kejuaraan level gold ini. Sebab, ini jadi kesempatan bagus untuk mengerek peringkat di babak kualifikasi.

Tidak dipungkiri untuk menggeser para lifter yang sudah berada di 10 besar dunia untuk kualifikasi olimpiade akan sangat susah. Apalagi hanya yang masuk delapan besar saja yang akan diambil untuk tampil di Tokyo 2020 nanti. Hilangnya sosok Sri Wahyuni dan Acchedya Jagaddhita dari persaingan olimpiade, praktis membuat pelatnas segera memproyeksikan Cantika untuk menggantikannya.

“Dia masih remaja, jadi tidak mau push berlebihan. Step by step saja supaya majunya tidak lambat,” tutur Dirja.

Saat ini lifter 16 tahun itu berada di peringkat 33 dunia. Poinnya masih terlampau jauh untuk berada di atas. PABBSI berharap di Kejuaraan Dunia nanti Cantika mampu membukukan total angkatan 180 kg.

“InsyaAllah, tapi nggak bisa janjiin. Pelatih bilang harus lebih baik,” kata Cantika. (jpg/apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here