Home TANGERANG HUB Balita Tenggelam Belum Ditemukan

Balita Tenggelam Belum Ditemukan

0
SHARE
PENCARIAN: Petugas BPBD Kabupaten Tangerang dan Basarnas melakukan penyisiran pada aliran Sungai Cipayaeun untuk menemukan balita yang menjadi korban terserat air dari Sabtu kemarin, Selasa (14/5). FOTO: BPBD for Tangerang Ekspres

BALARAJA – Jasad balita 2,5 tahun atas nama Rafiq Safih Fatkurrohman masih belum ditemukan. Pencarian dilakukan sejak korban terseret arus setinggi lutut orang dewasa pada Sabtu kemarin di Blok I.3 Perumahan Bukit Gading Balaraja, Kabupaten Tangerang yang berjarak sekira 30 meter dari rumah orang tua korban. Hingga kini masih terus dilakukan pencarian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, aliran air dari parit Tempat Kejadian Perkara (TKP) terhubung dengan drainase utama perumahan lalu mengalir ke Sungai Cipayaeun.

Sejak hari pertama mendapatkan laporan, petugas telah menyusuri parit, saluran drainase hingga ke sungai mengikuti aliran air. Penyusuran dilakukan dari tengah hingga tepi serta dasar sungai menuju hilir. Pencarian sudah memasuki hari keempat setelah kejadian yang berfokus pada setiap titik sungai.

“Kalau ada cekungan kita sisir juga atau ada tanaman liar di tepi sungai kita sisir dengan harapan korban ditemukan. Dimana aliran ini merupakan anak sungai Cimanceuri. Hingga hari ini belum juga ditemukan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (14/5).

Lanjut Kosrudin, pencarian menerjunkan sebanyak 10 petugas gabungan dari Markas Komando BPBD dan Pos Unit Cisoka. Sesuai dengan prosedur waktu pencarian di sungai dimulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

BPBD juga mendapatkan peralatan khusus untuk menyelam dan pencarian di bawah air dari Basarnas. Adapaun untuk petugas yang diterjunkan melakukan pencarian di air sebanyak delapan orang dan dua petugas menyusuri dari dasar sungai.

“Dua perahu karet beserta mesinnya dan pelampung untuk mengamankan petugas kita terjunkan. Adapaun peralatan lebih lengkap ada dari Basarnas dengan personil sebanyak lima orang dari Basarnas,” aku Kosrudin.

Pencarian terus dilakukan untuk dapat menemukan petunjuk ataupun jasad korban, sebab saat kejadian aliran air cukup deras. Sesuai dengan prosedur pihaknya telah menetapkan batasan waktu pencarian. Adapun jika lewat dari waktu pencarian pihaknya akan melakukan evaluasi serta berencana menambah waktu pencarian.

“Batas waku pencarian paling maksimal tujuh hari setelah kejadian, kita juga menyelam hingga dasar sungai bukan saja pengamatan dari atas perahu karet. Kita maksimalkan ketemu jasad korban,” tukasnya. (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here