Home TANGERANG HUB Dishub Razia Kendaraan Overload

Dishub Razia Kendaraan Overload

0
SHARE
CEK: Sejumlah personil Dishub Kabupaten Tangerang memberhentikan kendaraan untuk mengecek kelengkapan surat yang dimiliki pengemudi. FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

PASAR KEMIS — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang menggelar razia kendaraan angkutan barang dan orang, di Jalan Raya Pasar Kemis mulai 13 Mei sampai 14 Mei 2019.

Puluhan kendaraan terjaring razia karena tidak melengkapi perizinan dan membawa muatan yang overload (kelebihan) saat beroperasi, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Dani Wiradana, Kepala Seksi Rekayasa Lalulintas, Dishub Kabupaten Tangerang menjelaskan, pihaknya melakukan operasi gabungan selama dua hari berturut-turut terhadap kendaraan yang melebih muatan.

“Jumlahnya kendaraan yang terjaring hingga kini sebanyak puluhan unit. Target kami adalah angkutan barang, angkutan orang dan karyawan yang melanggar ketentuan, karena masih banyak angkutan yang berkeliaran membawa muatan yang overload atau over dimensi,” kata Dani, Selasa (14/5).

Di Kecamatan Pasar Kemis, kata Dani, selain memeriksa fisik kendaraan, Dishub yang dibantu oleh lima anggota Polsek Pasar Kemis dan tiga anggota Koramil 11 Pasar Kemis, juga memeriksa kelengkapan perizinannya.

“Kami juga memeriksa kelengkapan perizinan seperti KIR, STNK dan SIM pengendara. Karena kita didampingi kepolisian dan Koramil Pasar Kemis. Jadi masing-masing kewenangan kita, bisa untuk menindak pelanggaran tersebut,” tandasnya.

Dani menambahkan kegiatan operasi tersebut merupakan agenda rutin setiap dua hari sekali dengan lokasi yang berbeda-beda. “Razia cuma dua jam saja, jika terlalu lama maka para pengendara akan tahu, sehingga mereka tidak melintasi jalur yang dirazia,” ucap Dani.

Dengan adanya razia ini Dani berharap, agar para sopir dan perusahaan yang memiliki mobil angkutan barang agar dapat mematuhi peraturan termasuk melengkapi dokumen-dokumen izin operasional. “Saat membawa muatan tidak boleh sampai overload, karena bisa mengancam keselamatan penguna jalan lainnya,” pungkasnya. (zky/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here