Home OLAHRAGA Persita vs Imigrasi FC (5-0)

Persita vs Imigrasi FC (5-0)

0
SHARE
TAJAM: Striker Persita Diego Banowo (kiri) menunjukkan ketajamannya dengan membuat gol ke gawang Imigrasi FC pada ujicoba yang berakhir dengan skor 5-0. FOTO: Persita Media

KEMENANGAN kembali dicatat Persita Tangerang pada laga ujicoba kontra Imigrasi FC, Rabu (15/5) malam di Stadion Utama Sport Center Kelapa Dua. Skuat Pendekar Cisadane menang dengan skor telak 5-0 lewat gol yang dilesakkan oleh pemain penyerang tim ungu.

Di babak pertama Persita besutan pelatih Widodo Cahyono Putra (WCP) unggul 3-0 di babak pertama melalui gol yang dibuat Aldi Al Achya, Diego Banowo dan Henry Rivaldi. Dilanjutkan gol yang dilesakkan Ade jnatra dan Sirvi Arvani di babak kedua.

WCP mengakui cukup senang dengan apa yang diperlihatkan Egi Melgiansyah dkk pada laga yang disaksikan langsung Presiden Klub Persita A. Rully Zulfikar Iskandar. Skema permainan mampu diterpakan dengan baik oleh semua pemain yang ditampilkan WCP pada pertandingan tersebut.

“Pemain mampu menerjemahkan dengan baik di lapangan apa yang kami latih selama ini, skema yang dilatih berjalan sesuai harapan. Pemain mampu membangun serangan dengan baik dan mengandalkan kecepatan serta mampu melakukan presing kuat saat kehilangan bola,” ucap WCP usai laga.

Terbukti, dari gol yang tercipta semua terjadi melalui skema serangan yang tersusun rapi oleh pemain. Semua gol terjadi berkat kerjasama yang apik serta pergerakan pemain.

Walau demikian, mantan pelatih Bali Unites tersebut melihat masih ada kelemahan yang terlihat dan akan di evaluasi pada latihan berikutnya. Diantaranya adalah soal ketajaman pemain asuhannya dalam memanfaatkan peluang menjadi gol.

Pada pertandingan Rabu malam, beberapa kali pemain lini depan tim Ungu gagal memanfaatkan peluang yang semestinya menjadi gol. Selain soal naluri, WCP menyoroti masih belum optimalnya pemain dalam mengambil keputusan cepat di pertahanan lawan saat mendapat peluang.

Pemain depan kerap tanggung dalam mengambil keputusan di pertahanan lawan. Apakah akan melakukan eksekusi peluang atau memberikan umpan pada rekannya yang lebih terbuka peluangnya.

Selain itu WCP juga melihat masih ada kelemahan koordinasi antara pemain di lini belakang sehingga beberapa kali menciptakan peluang buat lawan. Khususnya masih kurangnya koordinasi di lini belakang antar pemani junior dengan pemain senior skuat asuhannya.

“Saya ingin kekuatan tim ini merata, siapa pun yang dimainkan harus siap bermain dengan pemain yang ada di lapangan. Pemian muda harus menunjukkan mereka sanggup bekerjasama dengan pemain lain,” tutupnya. (apw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here