Home TANGERANG HUB Berantas Prostitusi di Apartemen

Berantas Prostitusi di Apartemen

1119
0
SHARE

TANGERANG – Meski tempat hiburan tutup selama ramadan, bukan berarti praktik prostitusi lenyap di kota akhlakul karimah. Justru mereka pindah tempat dengan menyewa unit apartemen yang ada di Kota Tangerang. Di tempat inilah mereka bertransaksi esek-eseknya secara online dengan memanfaatkan aplikasi media sosial.

Satpol PP Kota Tangerang pun akhirnya turun tangan dengan melakukan razia di beberapa apartemen, akhir pekan kemarin. Razia ini untuk memberantas praktik prostitusi yang hanya berpindah tempat selama ramadan.

Di apartemen Moderanland, Satpol PP meringkus 4 orang Waria yang kedapatan menjajakan diri. Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli mengatakan, praktik prostitusi di Apartemen Modernland dinyatakan benar adanya. Bahkan, kata dia, tidak hanya wanita sungguhan yang menjajakan diri kepada pria. Melainkan, para waria juga turut menjadi pekerja seks di apartemen itu.

“Kita melakukan penulusuran dari sebuah aplikasi, dari sana kita datangi dan ternyata benar di apartemen itu banyak yang melakukan praktik prostitusi, baik wanita maupun waria terbukti melakukan praktik prostitusi,”ujarnya kepada Tangerang Ekspres.

Ghufron menuturkan, operasi dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang No 8/2005 tentang Pelarangan Pelacuran. Bahkan Kota Tangerang adalah Kota Ahlakul Karimah, untuk itu praktik prostitusi harus dihilangkan.

“Untuk menjaga itu maka kami lakukan operasi prakti prostitusi di Kota Tangerang khusunya di apartemen Modernland,”paparnya.

Gufron menjelaskan, keempat waria yang terjaring dalam sebuah kamar di lantai VII Green Tower Apartemen Modernland tersebut antara lain bernama samaran Jessica, Meinanda, Febi dan Made.

“Modusnya online melalui sebuah aplikasi di media sosial, mereka hanya standby di kamar dan tamu yang mendatangi. Bahkan dari aplikasi tersebut mereka menggunakan foto wanita asli untuk memancing para pria hidung belang,”ungkapnya.

Gufron menuturkan, praktik prostitusi di Kota Tangerang harus dimusnahkan. Pihaknya akan terus melakukan serangkaian penertiban di beberapa apartemen untuk menekan angka prostitusi di kota Tangerang terlebih bulan ramadan.

“kita akan melipatk gandakan kegiatan kami dibulan ramadan ini agar warga dapat lebih khusyuk menjalankan ibadah puasa, tidak hanya apartemen modernland  tapi apartemen lain juga akan kami lakukan razia untuk menutup celah praktik prostitusi,”tuturnya.

Sementara itu, Jessica salah satu waria yang terjaring mengaku baru satu bulan tinggal di Apartemen Modernland. Waria asal Nusa Tenggara Timur itu juga mengaku baru pertama kali terjaring petugas. Bahkan waria berusia 27 tahun itu menyebut bahwa Apartemen Modernland begitu aman. Sehingga, dirinya mengaku kaget ketika terjaring petugas.

“Biasanya aman dan baru kali ini dibawa petugas, bahkan selama saya tinggal di Modernland tidak ada razia sama sekali,”katanya sambil tertunduk malu.

Dirinya juga mengaku memanfaatkan aplikasi MiChat untuk mendapatkan pelanggan. Dalam menawarkan diri, ia menipu pelanggan. Pasalnya, dalam proses interaksi di media sosial dengan calon pelanggannya ia mengaku seorang wanita sungguhan. Namun ketika berkencan, ia merupakan waria.

“Sengaja foto yang dipasang bukan diri saya agar pelanggan tertarik. Saya sehari biasanya dapat tiga tamu di media sosial. Tarif awal saya patok Rp500 ribu, tapi Rp150 ribu juga nggak apa-apa,”tutupnya. (mg-9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here