Home HUKUM Tanah Abang Lumpuh

Tanah Abang Lumpuh

0
SHARE
Bentrokan aparat dengan demonstran telah melumpuhkan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

JAKARTA – Hiruk pikuk suasana kawasan Pasar Tanah Abang tak terlihat kemarin (22/5). Kemacetan yang selalu tersaji setiap harinya tak tampak. Sebutan kota mati seolah layak disematkan pada pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara itu kemarin. Jalan raya yang biasanya padat, tampak lengang. Pertokoan pun kompak tutup. Tumpukan sampah dan bekas-bekas puing aktivitas bakar-bakaran tampak sejauh mata memandang di sepanjang Jalan Tanah Abang. Beberapa fasilitas umum juga menjadi korban. Separator hingga bak sampah roboh ke badan jalan.

Udara di sana pun tidak bersahabat untuk warga yang nekat melintas. Sebab, aroma khas gas air mata masih cukup terasa. Hal tersebut berpotensi membuat mata perih dan sesak napas.
Namun, situasi itu bagai angin lalu oleh para petugas PPSU (pasukan oranye). Mereka tetap menjalani hari-harinya seperti biasa, membersihkan dampak kerusuhan. Sugeng, salah seorang PPSU asal Kelurahan Cideng menuturkan, ia mulai bekerja sejak pukul 3 pagi dengan 62 orang rekannya.

Bagi Sugeng dan kawan-kawan, kebersihan di kawasan Jalan Jati Baru adalah tanggung jawabnya penuh. Meski harus bekerja sambil menahan perihnya gas air mata, para PPSU tak gentar. ”Kami harus siap buat lingkungan bersih. Sebenarnya ada ketakutan dan rasa waw-was kalau tidak didampingi para aparat,” ucapnya.

Kondisi mencekam di sekitar Tanah Abang memang membuat sentra ekonomi di kawasan itu lumpuh. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, kawasan perbelanjaan Pasar Tanah Abang Blok A-G ditutup sementara.

Selain karena adanya bentrokan massa, penutupan juga dilakukan karena akses menuju pusat perbelanjaan terbesar di Asia tenggara tersebut masih ditutup. Arief menambahkan, sampai saat ini dirinya belum menerima laporan ada pasar lain yang ditutup.

Akibat penutupan sementara itu, diperkirakan kerugian yang terjadi lebih dari Rp 200 miliar. Sebab, ada sekitar 14 ribu pedagang  yang berada di lokasi tersebut. ”Perputaran uang di Tanah Abang kurang lebih Rp 200 miliar per hari. Apalagi dengan kondisi mau Lebaran gini potensi lebih besar,” katanya saat diwawancara kemarin (22/5).

Arief mengaku, sebenarnya tidak ada perintah langsung dari Pemprov DKI untuk melakukan penutupan sementara. ”Karena akses ke lokasi masih tertutup, pedagang memutuskan masih belum membuka tempat berdagang mereka,” imbuhnya.

Dia menuturkan, pembukaan kembali pusat perbelanjaan itu belum bisa dipastikan. Yang jelas, sambung Arief, pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
Arief memastikan, apabila kondisi sudah pulih dan akses kendaraan sudah bisa dilalui, pihaknya segera menginformasikan kepada para pedagang. ”Saya sudah minta pimpinan pasar melakukan koordinasi dengan aparatur setempat mengenai itu,” imbuh Arief.

Menurut dia, berdasarkan pengamatan di lapangan, sisa-sisa bentrokan masih terlihat ke arah pasar. Baik dari arah Jalan Fachrudin dan dari arah Jalan Wahid Hasyim.

”Beberapa kendaraan roda dua mulai bisa melintas. Tapi kendaraan roda empat belum bisa karena masih ada sisa batu dan botol berserakan. Hal ini, tentunya akan menyulitkan akses warga dan pedagang menuju pasar tanah abang,” tambahnya.

Untuk keamanan, pihaknya sudah menyiapkan pengamanan khusus untuk Pasar Tanah Abang. Dia menjelaskan, pengamanan Pasar Blok A dan Blok B ada sekitar 160 orang security ditambah 100 orang perbantuan TNI. Sedangkan, pengamanan di Blok F ada 49 orang security. Selanjutnya di Blok G ada 9 orang security.

”Semuanya saling memantau kondisi yang ada di dalam pasar. Untuk pasar lainnya saat ini menurutnya masih tetap dilakukan pemantauan,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, sementara ini Transjakarta melakukan perpendekan layanan, yakni tidak melayani kawasan Tanah Abang. Seperti Tanah Abang-Batusari (8K), Tanah Abang-Blok M (1N) dan Tanah Abang-Kebayoran Lama (8C).  ”Layanan bus wisata dan bus gratis juga sementara berhenti beroperasi,” katanya. Tak hanya melakukan perpendekan layanan untuk Kawasan Tanah Abang, akibat kericuhan itu, Transjakarta juga melakukan penyesuaian layanan. Antara lain koridor 1 (Blok M-Kota),4A (Grogol-TU GAS), 4C (Bundaran Senayan- TU GAS), 5A (Melayu-Grogol) dan 6A (Ragunan-Monas). ”Penyesuaian layanan ini bersifat situasional. Bila pihak berwenang menyatakan situasi kondusif maka rute akan kembali sesuai jadwal,” jelasnya.

Dampak kerusuhan juga terlihat di Stasiun Tanah Abang Jakarta Pusat. Masa yang berada di fly over atas Stasiun Tanah Abang melempari arah stasiun. Beruntung tidak ada korban jiwa. ”KAI menyesalkan kejadian ini karena pelemparan ke arah stasiun tidak hanya dapat merusak fasilitas stasiun dan kereta, namun juga dapat melukai penumpang yang sedang ada di area stasiun,” ujar VP Public Relations KAI Edy Kuswoyo.

Selain pengerusakan, perjalanan kereta api di Jakarta juga sempat terhambat. Daop 1 Jakarta akhirnya memberlakukan rekayasa perjalanan kereta. Pola operasi itu dinamakan berhenti luar biasa (BLB). Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA ini akan dilakukan pada kemarin (22/5) mulai pukul 05.25 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB. Ada 33 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, yang akan direkayasa pola operasi pemberangkatannya.

”Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, namun khusus hari ini (kemarin, Red), KA yang berangkat dari Stasiun Gambir akan berhenti juga di stasiun Jatinegara untuk proses naik-turun penumpang,” ungkap  Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa. Tujuannya untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir karena terkena imbas kemacetan.

Selain itu, comuterline pun tak bisa berhenti di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Palmerah. Sehingga terdapat pengalihan dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Karet. Sedangkan penumpang dari Stasiun Palmerah dialihkan ke Stasiun Kebayoran Baru.

Situasi kerusuhan juga berdampak terhadap jam kerja aparatur sipil negara di ibu kota. Kementerian Keuangan memulangkan seluruh pegawainya lebih awa. Berada di Sawah Besar membuat kantor Kemenkeu masuk daerah rawan ring 1. ”Pukul 12.00 sudah disuruh pulang karena situasi makin chaos. Dan posisi kantorku masih ikut titik rawan,” ucap Ajeng Savitri, ASN Kemenkeu saat dihubungi Jawa Pos.

Ajeng menjelaskan, sejak pagi hampir seluruh rekan kerjanya tidak fokus kerja. Membayangkan kegaduhan situasi akibat aksi demo di Thamrin (depan Bawaslu) hingga Tanah Abang. ”Ketika mau pulang juga diinstruksiin untuk name tag  dimasukkan di dalam tas. Kalau bawa jaket suapaya dipakai,” ujar perempuan asal Semarang itu.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga melakukan hal yang sama. Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto menuturkan, seluruh pegawai dipulangkan pukul 14.00. Pertimbangannya lantaran banyak dari pegawai Kemenpora yang menggunakan kereta listrik sebagai transportasi sehari-harinya. Khususnya, melalui Stasiun Palmerah.

”Nah, Stasiun Palmerah itu kan tidak boleh digunakan. Makanya, banyak yang beralih ke Stasiun Kebayoran Lama. Itu kan butuh waktu makanya kami tidak keberatan,” jelas Gatot. Meski begitu, berdasarkan tingkat kehadiran pegawai terhitung normal.

Sedangkan pegawai DPR, MPR dan DPD RI, mereka diliburkan kemarin. Sekretariat tiga lembaga itu mengirim pemberitahuan kepada semua para pegawai terkait libur mendadak itu. Pengamanan dalam (Pamdal) dan pihak kepolisian pun melakukan penjagaan ketat di sekitar kompleks Parlemen, Senayan.

Bahkan, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo melakukan pengecekan langsung  ke posko keamanan di kawasan DPR RI untuk memastikan kondisi Senayan aman. Dia juga ingin memastikan penanganan unjuk rasa berlangsung tertib, aman dan damai. “Saya mengingatkan aparat bahwa kita tidak sedang berperang melawan rakyat sendiri. Kita sedang berusaha menertibkan kebebasan dalam penggunaan hak menyatakan pendapat yang menyimpang dan manabrak UU dengan cara humanis namun tegas,” terang dia.

Dia juga ingin memastikan tidak ada aparat yang membawa peluru tajam sesuai instruksi Panglima TNI dan Kapolri. Sesuai penjelasan pihak keamanan, mereka hanya dibekali tiga jenis amunisi yang penggunaannya sesuai tingkatan yang sudah diatur dalam SOP. Yakni peluru hampa, peluru karet dan gas airmata. Mereka dilarang keras membawa peluru tajam.

Dalam kesempatan itu, Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo  ditemani anggota DPR RI Muhamad Misbakhun dan Sekjen DPR RI Indra Iskandar. Sementara dari pihak keamanan hadir Asops Mabes Polri Irjen Pol Martuani Sormin dan Brigjend TNI A.riad dari Mabes TNI.

Politikus Partai Golkar itu juga mengimbau kepada seluruh aparat keamanan yang bertugas di lapangan agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pengunjuk rasa.  Menurut dia, target para penumpang gelap yang menyusup di tengah-tengah aksi masa adalah memancing aparat agar marah dan bertindak anarkis, sehingga menimbulkan chaos. Aparat walau dalam kondisi lelah, harus tetap humanis namun tegas dalam menegakkan peraturan dan perundang-undangan terkait penanganan ketertiban umum, dan keamanan negara. Mantan Ketua Komisi III DPR itu juga mengajak kepada massa yang melakukan demo di KPU dan Bawaslu untuk tetap tertib dan damai. Hindari perilaku anarkisme yang hanya akan merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Kita tentu tidak ingin melihat terjadinya konflik horizontal akibat ketidaksepahaman dalam menyikapi hasil pemilu,” katanya. (mim/lyn/han/lum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here