Home HUKUM Warga Tangerang Jadi Korban, Tertembak Saat Istirahat di Masjid

Warga Tangerang Jadi Korban, Tertembak Saat Istirahat di Masjid

1
SHARE
BENTROK: Bentrokan antara aparat dengan pendemo pecah di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin malam. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. FOTO: Chandra Satwika/Jawa Pos

TANGERANG-Warga Kelurahan Poris Gaga Baru, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang menjadi korban saat terjadi kerusahan dalam demonstrasi di Jakarta Rabu (22/5) dini hari. Bachtiar Alamsyah (23) dan Yoga Alaska (18). Bachtiar meninggal dunia karena tertembak saat berada di salah satu masjid yang ada di Tanah Abang Jakarta Pusat. Sedangkan Yoga mengalami patah tangan di bagian kanan selanjutnya di bawa ke RSUD Kota Tangerang.

Korban diketahui berangkat dari rumah sekitar pukul 20.30 WIB, usai salat tarawih. Keduanya berangkat bersama satu rekanya yang juga masih saudara bernama Riky menggunakan sepeda motor untuk menuju Jakarta untuk bergabung dengan masa aksi lainya.

Camat Batuceper Nur Hodayatulloh (kanan) bersama Yoga Alaska (18), warga Batuceper yang terluka usai ikut demo di Jakarta.

Menurut Ketua RT 02 Usman Sanusi yang juga diketahiu sebagai paman Bachtiar, mengatakan, kabar meninggalnya Bachtiar diketahui dari Ricky melalaui telepon. Ricky menceritakan, awalnya ia mengajak pulang Bachtiar. Namun, Bachtiar tidak mau dan justru mengajak menginap di masjid di kawasan Tanah Abang. Bachtiar mengaku kelelahan.

“Korban sempat diajak untuk pulang, tetapi memang korban tidak mau dan ingin beristirahat di masjid tersebut. Selang beberapa lama, tiba-tiba polisi datang menembaki massa yang ada di dalam masjid. Atas kejadian tersebut, keponakan saya tertembak di bagian dada dan meninggal di lokasi kejadian,” ujar Usman Kepada Tangerang Ekspres di kediamanya, Rabu (22/5).

Usman menjelaskan, selama hidup Bachtiar adalah anak yang baik. Tidak hanya itu, banyak orang yang sangat dekat dengan Bachtiar. Sampai anak kecil pun sangat dekat dengan Bachtiar.

“Keponakan saya itu anak yang sangat rajin, bahkan dia anak yang santun. Baik dengan anak kecil dan orangtua selalu disayang. Bukan anak nakal seperti anak-anak lainya. Saya merasa kehilangan. Keponakan saya berangkat untuk menegakkan keadilan dan bukan untuk mencari musuh,” paparnya.

Dalam kasus ini, Usman meminta pelaku penembakan dicari dan ditangkap. Karena memang tidak manusiawi melakukan penembakan secara brutal.

“Kami meminta segera pelaku penembakan Bachtiar ditangkap. Karena memang keponakan saya datang ke Jakarta bukan untuk mencari musuh, melainkan menegakkan keadilan yang terjadi saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Batu Ceper Nur Hidayatulloh yang berada di kediaman Bachtiar mengatakan, mendapatkan kabar ada warga Batu Ceper yang menjadi korban pada aksi 22 Mei di Jakarta sekitar kemarin pukul 10.00 WIB. “Adanya kabar tersebut saya langsung mendatangi rumah korban untuk memastikan apakah benar menjadi korban. Setelah sampai benar, warga saya menjadi korban aksi 22 di Jakarta,” tuturnya.

Ayak, panggilang akrab Nur Hidayatulloh, mengungkapkan, Yoga Alaska selamat. Tetapi mengalami patah tangan sebelah kanan. Setelah sampai di rumah, Yoga langsung dibawa ke RSUD untuk ditangani serius.

“Untuk almarhum Bachtiar saya mendapatkan kabar masih di Rumah Sakit Kramat Jati. Tetapi untuk Yoga jam 12.00 WIB sampai di rumah dengan menggunakan taksi. Setelah saya lihat langsung, saya bawa untuk dirawat agar mendapatkan penanangan medis dan biayayanya kami tanggung dari Pemerintah Kota Tangerang,”tutupnya.

Dari pantuan Tangerang Ekspres, sejak pukul 10.00 WIB rumah almarhum Bachtiar didatangi sanak suadara dan rekan kerjanya. Diketahui Bachtiar bekerja di Bandara Soekarno Hatta dan berkeinginan untuk kuliah tahun ini. Di halaman rumah duka juga terlihat karangan bunga duka cita dari Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan. (mg-9)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here