Home TANGERANG HUB Stadion Mini Tigaraksa Tak Terawat

Stadion Mini Tigaraksa Tak Terawat

0
SHARE
Warga pemotor melintas di Stadion Mini Tigaraksa. FOTO: Asep Sunaryo/Tangerang Ekspres

TIGARAKSA–Stadion Mini Tigaraksa yang terletak di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, tak terawat. Sarana olahraga ini, kerap jadi kubangan air saat hujan datang. Tak itu saja, pagar sekeliling stadion juga dipenuhi rumput liar.

Berdasarkan pantuan Tangerang Ekpres, stadion yang terletak di depan Bukit Golf Tigaraksa itu, juga belum ditanami rumput. Lapangan sepak bola tersebut, masih berupa tanah merah. Diketahui, pembangunan fisik stadion mini Tigaraksa dilakukan pada 2018. Proyek ini menyedot dana sebesar Rp5 miliar, belum termasuk pembebasan lahan.

Camat Tigaraksa, Yayat Rohiman mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kondisi stadion mini kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang. “Tadi, barusan saja saya laporan ke Pak Sekda dan ke dinas bangunan,” kata Yayat, kemarin.

Menurut Yayat, pembangunan stadion itu untuk memenuhi kebutuhan sarana olahraga warga Kecamatan Tigaraksa. Maka, pengelolaan asetnya akan menjadi tanggung jawab kecamatan. “Saat ini kita sudah menerima kunci. Namun, untuk dokumen penyerahan aset masih belum. Kita harap secepatnya diserahkan kepada kita agar bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Adapun nanti, kata dia, akan ada penambahan logo dan taman di depan stadion. Ia juga meminta kepada dinas terkait agar dapat menganggarkan untuk pembelian pengadaan rumput satdion.

Ia menuturkan, pengelolahaan stadion akan diberikan kepada Komite Olahraga Kecamatan (KOK) serta akan melibatkan warga sekitar untuk menjadi tenaga kebersihan. Ia meminta kepada masyarakat agar dapat bersabar dan memberikan dukungan kepada kecamatan. Agar ke depan keberadaan stadion dapat memberikan nilai manfaat serta nilia tambah secara ekonomi dan kesehatan terhadap warga sekitar.

“Kemarin kita bergotong-royong membersihkan tanaman liar yang sudah tinggi-tinggi. Tinggal nanti ada tanaman yang perlu dicabut hingga ke akarnya supaya tidak tumbuh lagi. Kemungkinan akan ada tenaga dari masyarakat sekitar yang nanti kita anggarkan untuk gaji dan lainnya,” katanya.

Rencananya, stadion menjadi pusat kegiatan olah raga setelah beralih aset menjadi milik Kecamatan Tigaraksa. Adapun untuk event olahraga yang tidak membutuhkan peserta yang cukup banyak dapat memanfaatkan Gedung Olahraga yang berada di depan kantor kecamatan.

Sementara, Ibu rumah tangga Euis Fatimah (38) yang berjarak sekira 30 meter dari stadion mini, mengaku, kondisi stadion yang terkunci rapat membuat anak-anak sekitar tak bisa bermain di dalamnya. Meski begitu banyak anak yang nekat memanjat pagar setinggi dua meteran tersebut.

“Kemarin ketika bulan puasa, ada hujan deras saat malam, ketika paginya saya lihat sudah banjir setinggi mata kaki,” tukasnya. (mg-10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here