Home NASIONAL Pekan Depan Harga Tiket Pesawat Turun

Pekan Depan Harga Tiket Pesawat Turun

0
SHARE
TIKET: Pemerintah menegaskan maskapai sudah sepakat akan menurunkan harga tiket pesawat domestik pekan depan. FOTO: Jawa Pos

JAKARTA-Maskapai asing urung diundang untuk masuk ke bisnis penerbangan rute domestik di Indonesia. Sebab, pemerintah ingin maskapai dalam negeri bisa melakukan efisiensi agar harga tiket rute domestik lebih murah. Opsi masuknya maskapai asing dianggap sebagai solusi terakhir, seandainya maskapai dalam negeri tak kunjung bisa menurunkan harga tiket.

“Coba dulu dalam negeri apa yang bisa dilakukan. Kalau tidak bisa membuat situasi efisien, baru cari jalan lain (mengundang maskapai asing),” kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ditemui di kantornya kemarin (21/6).
Darmin berharap rencana kebijakan penurunan harga tiket pesawat low cost carrier (LCC) domestik yang akan dikeluarkan pekan depan dapat disambut baik oleh maskapai. Pihaknya juga terbuka dengan berbagai usulan dari maskapai mengenai formulasi dasar penurunan harga tiket. Dengan begitu, maskapai dalam negeri tak perlu bersaing dengan maskapai asing.

Darmin bilang, kunci efisiensi itu ada baik dari dalam maskapai sendiri maupun dari mitra kerja maskapai. Dia mencontohkan, Garuda Indonesia harus memutar otak jika ingin melakukan efisiensi. Sebab, Garuda Indonesia banyak mempunyai rute jarak pendek. Padahal, Garuda Indonesia bisa melakukan efisiensi jika mengakomodasi lebih banyak penerbangan jarak jauh. Sementara itu, Darmin melihat Lion Air juga pasti mempunyai cara agar bisa melakukan efisiensi, yang kemungkinan cara itu tidak bisa disamakan dengan Garuda Indonesia.

Biaya-biaya lain yang melibatkan pengelola bandara, Pertamina selaku penjual avtur dan negara selaku penerima pajak juga bisa ditekan. Hal itu yang membuat Darmin yakin Indonesia belum perlu mengundang maskapai asing untuk rute domestik. “Artinya, jangan kalian mengharapkan persoalan ini dapat cepat selesai. Kami akan dorong efisiensi supaya masyarakat ada kesempatan mendapatkan pelayanan angkutan udara yang murah, itu saja dulu,” lanjut mantan gubernur Bank Indonesia (BI) itu.

Saat ini pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan insentif fiskal untuk maskapai. Pajak pertambahan nilai (PPN) atas biaya sewa pesawat dari luar negeri bakal dihapus. Pemerintah saat ini tengah menggodok revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2015 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu dan Penyerahan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut PPN.

Rencana penghapusan ini masih dikaji. Pertimbangan penghapusan PPN ini adalah pemerintah ingin prosedur penyewaan pesawat di Indonesia sama dengan yang diterapkan di luar negeri, yakni tidak dikenai PPN. “Ya jadi ini PPN disebutkan menjadi beban yang membuat maskapai dalam negeri kurang kompetitif. Kami pertimbangkan untuk itu agar tidak usah dikenakan PPN,” ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here