Home BANTEN Walikota Serang Syafrudin Sidak PPDB, Warga Keluhkan Kurangnya SMPN dan Zonasi

Walikota Serang Syafrudin Sidak PPDB, Warga Keluhkan Kurangnya SMPN dan Zonasi

0
SHARE
BERBINCANG: Walikota Serang Syafrudin didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto berbincang dengan orangtua siswa saat sidak PPDB di Mal Serang, Kota Serang, Jumat (21/6). FOTO: Herlin Saputra/Banten Ekspres

Sistem zonasi sulit diterima warga. Masalah yang muncul, tidak semua kecamatan ada SMP negeri. Anak-anak dengan nilai ujian nasional tinggi, tak bisa mendaftar ke sekolah favorit. Keluhan inilah yang diterima Walikota Serang Syafrudin, saat sidak.

Syafrudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) penerimaan peserta didik baru (PPDB) di dua tempat berbeda di Kota Serang, Jumat (21/6). Dalam sidak yang didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Wasis Dewanto.

Saat sidak, Syafrudin menerima sejumlah keluhan dari orang tua siswa terkait sistem zonasi. Salah satu orang tua siswa dari Kecamatan Kasemen, Merriana menyampaikan keluhannya kepada Syafrudin. Anaknya ingin bersekolah di sekolah favorit di Kota Serang, sementara di dekat rumahnya tak ada sekolah tersebut.

“Bingung, saya baru pertama daftarin anak. Katanya ada zonasi, jadi pakai sistem jarak terdekat dari rumah. Sedangkan saya tinggal di Kasemen, tapi anak saya minta sekolah di SMPN 2 yang letaknya di Kota Serang. Jadi bingung ini mau ke mana, mau gimana?” katanya kepada wartawan.

Syafrudin mengakui menerima banyak keluhan yang disampaikan orang tua siswa kepadanya. Keluhan itu terkait persyaratan PPDB, di antaranya pendaftaran tak lagi dilakukan oleh pihak sekolah tapi oleh orang tua dan siswa.

“Ada beberapa keluhan dari orang tua murid, yang katanya pendaftaran di tahun ini agak ribet. Tidak seperti tahun-tahun kemarin,” katanya.

Keluhan lainnya, kata dia, sistem zonasi pada PPDB ini dinilai tak menguntungkan, karena ada beberapa kecamatan yang sedikit memiliki sekolah negeri. “Terutama di daerah Karangantu, Kecamatan Kasemen. SMP negeri yang ada di wilayah tersebut tidak banyak. Kemudian di sekitar Banjar Agung, itu belum ada SMP negeri. Jadi, ketika daftar zonasinya jauh,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here