Home TANGERANG HUB Festival Bedug Isi Halal Bihalal Setu

Festival Bedug Isi Halal Bihalal Setu

0
SHARE
FOTO BARENG: Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie (di tengah) foto bersama camat dan para peserta festival bedug yang meramaikan halal bihalal yang digelar kecamatan Setu, kemarin. FOTO: Dok. webtangerangselatankota.go.id

SETU-Kecamatan Setu punya cara kreatif dalam mengemas acara halal bihalal. Biasanya, kegiatan itu digelar dengan kemasan pertemuan tatap muka biasa. Namun, kali ini, acara dimeriahkan dengan menyungguhkan festival bedug. Kemeriahan ini digelar di halaman Kantor Kecamatan Setu yang dihadiri para RT/RW lurah dan tokoh masyarakat serta pemuda.

Camat Setu Heru Agus Santoso menyampaikan kepada para tokoh dan masyarakat agar tetap menjaga tali persaudaraan. Sesama tetangga, keluarga, antar kelurahan dan satu kecamatan harus tetap akur. Dengan menjaga tali persaudaraan akan tercipta satu ketentraman di tengah masyarakat.

“Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat tetap menjaga silaturahmi antar warga di Kecamatan Setu dan menjalin persatuan dan kerukunan antar warga,” kata Heru, mengutip portal tangerangselatankota.go.id, kemarin.

Pada momen yang baik ini, setelah menjalankan ibadah Ramadan satu bulan penuh maka kembali pada yang fitri. bukan saja hubungan dengan Allah SWT tapi, melalui Halal Bihalal dapat dibersihkan melalui maaf-memaafkan antar sesama dimana Halal Bihalal lebih menekankan hubungan sosial manusia.

“Mari saling memaafkan dan saling menghalalkan kesalahan sesama warga sehingga kita kembali fitri dan selanjutnya mari kita lestarikan budaya bangsa Indonesia khususnya budaya Betawi Setu dengan festival bedug,” tambah ia.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Syaifuddin menambahkan bahwa dalam rangka Halal Bihalal bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat di wilayah Kecamatan Setu. Selain Halal Bihalal, pihaknya pun menampilkan kesenian yang ada di Setu dengan sungguhan festival bedug yang sudah turun temurun.

“Halal Bihalal juga dimeriahkan dengan festival bedug, yang merupakan Budaya Betawi masyarakat Setu yang harus terus dilestarikan jangan sampai punah,” jelasnya.

Festival berdug diikuti oleh 4 tim dari 4 Kelurahan. Bagi tim yang penampilanya bagus, kompak dan memukau diberikan penghargaan dari kecamatan. juara pertama diberikan kepada Kelurahan Babakan, kedua Kelurahan Muncul, ketiga Kelurahan Setu dan ke empat Kelurahan Kademangan.

“Mereka diberikan piala, piagam dan uang pembinaan bentuk apresiasi dari kecamatan dalam rangka mempertahankan kekayaan kesenian di wilayah Kecamatan Setu,” tutupnya. (hms/esa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here