Home HUKUM Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Macist Ditahan

Tiga Tersangka Kebakaran Pabrik Macist Ditahan

0
SHARE
DITAHAN: Tiga tersangka dalam peristiwa kebakaran pabrik korek api gas di Langkat, IM (kiri) LW (tengah) dan BHN (kanan) dihadirkan saat gelar kasus, di Mapolres Binjai, Sumatera Utara, Senin (24/6). Polres Binjai menetapkan tiga orang tersangka yakni pemilik IM dan dua orang manager LW dan BHN dalam peristiwa kebakaran pabrik korek api gas di Langkat pada Jumat (21/6) yang menewaskan 30 orang terbakar di dalam bangunan pabrik tersebut. FOTO: Antara Foto/Irsan Mulyadi/hp.

MEDAN – Kepolisian Resor Kota Binjai menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran pabrik korek api macis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Saat ini, ketiganytelah ditahan.

Tiga tersangka itu adalah pemilik usaha PT Kiat Unggul, Indra Marwan, bersama dua anak buahnya, Burhan (manajer) dan Lisma Warni (supervisior). Mereka dikenakan Pasal 359 KUHP, yaitu kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Kepala Bidang Humas Polisi Daerah Sumatra Utara, Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, penyidik masih melakukan pengembangan, hasil penyelidikan sementara, perusahaan induk berada di Sunggal dan memiliki izin usaha.

“Tersangka membuka tiga cabang usaha lain, yang terbakar itu termasuk cabangnya. Untuk sementara seluruh operasional pabrik kami hentikan termasuk pabrik induk,” kata Tatan saat dihubungi pada Minggu (23/6) malam.

Tatan menuturkan, kebakaran terjadi saat para korban memasang kepala macis. Pabrik memiliki alat pemadam kebakaran, namun diduga seluruh korban panik sehingga alat pemadam tidak sempat digunakan. “Kalau yang menggembok atau mengunci pintu depan adalah mandor. Mandornya pun ikut jadi korban,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan lima orang saksi, Tatan menjelaskan, kebakaran terjadi saat korban sedang memasng kepala macis dengan penggesekan. “Diduga bocor, kemudian dilepas dan menyambar ke macis yang lain,” kata Tatan.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Binjai, Inspektur Satu Siswanto Ginting menambahkan, berdasarkan hasil penyidikan di lokasi kejadian, diketahui bahwa pintu depan selalu dikunci saat jam kerja. Padahal, di dalam pabrik itu terdapat banyak barang-barang berbahaya dan mudah terbakar. “Inilah yang menjadi dasar kami menetapkan mereka sebagai tersangka,” kata Siswanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here