Home TANGERANG HUB Karyawan Alfamart Ancam Tutup Toko, Demo Lagi karena Tuntutan Belum Dipenuhi 

Karyawan Alfamart Ancam Tutup Toko, Demo Lagi karena Tuntutan Belum Dipenuhi 

0
SHARE
BENTANGAN POSTER: Puluhan karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Branch Serang (Alfamart) membetangkan poster yang berisi tuntutan saat demo di depan kantornya di Jalan Raya Serang-Cilegon, Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (25/6).

SERANG – Puluhan karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Branch Serang (Alfamart) kembali melakukan aksi demo di depan kantornya di Jalan Raya Serang- Cilegon, Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (25/6). Tuntutan yang mereka ajukan masih sama seperti sebelumnya seperti  bonus akhir tahun (BAT), upah lembur, dan tunjangan masa kerja (TMK).

Wakil Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Cabang Alfamart Serang, Edi mengatakan, sejak pertama kali melakukan aksi demo dan menyampaikan sejumlah tuntutan, manajemen Alfamart belum juga menanggapi hal tersebut hingga saat ini. “Tuntutan masih sama, karena belum ada tanggapan apapun. Dari tujuh tuntutan yang kami minta, itu baru satu yang direalisasikan. Yaitu, loyalitas kerja karyawan, namun untuk yang lain, yang utamanya, itu belum ada tanggapan apapun dari manajemen,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini, lembur yang dibayarkan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Seperti saat ini lembur para karyawan hanya dibayarkan sebesar Rp90.000, atau pihak manajemen menyebutnya dengan sebutan “paket”. Sedangkan, seharusnya sesuai dengan perhitungan 1/173 x upah sebulan.

“Bahasa mereka itu paket, untuk staf toko. Tapi kalau untuk kru, mereka (manajemen) mengikuti undang-undang, sedangkan untuk karyawan toko itu tidak ada. Kami hanya paket Rp90.000, setiap kali lemburan. Sangat jauh, kalau kru itu dapat Rp320.000. Bahkan kalau kami diganti dengan libur, bukan dibayarkan lembur,” ucapnya.

Menurut dia, hal itu sangatlah tidak adil, karena dari sisi pekerjaan, itu sama saja. Bahkan staf toko lebih besar tanggungjawabnya dibandingkan mereka (kru). Ia pun sempat mempertanyakan hal itu kepada manajemen. Namun, pihak manajemen tidak bisa menjawab, bahkan hanya diam.

“Kalau memang, sampai nanti belum ada tanggapan juga, kami akan sweeping untuk tutup toko. Dan kami juga akan melakukan aksi lagi, secara terus menerus. Bahkan, setiap bulan kami akan melakukan aksi demo ini untuk kesejahteraan kami. Karena kan memang ini adalah hak kami, para karyawan,” ujarnya.

Bahkan, ia juga menduga, kalau manajemen sengaja melakukan stock opname (SO) di beberapa toko. “Kayaknya sudah di-setting, karena tiba-tiba SO, padahal kami sudah mengajukan sejak tanggal 15, kemudian mundur jadi tanggal 20, dan mundur lagi sampai hari ini. Sepertinya sengaja SO toko biar pada engga ikut aksi,” katanya.

Sementara, Kepala Cabang Alfamart Serang, Aji mengatakan, karyawan adalah aset perusahaan sehingga kesejahteraan menjadi prioritas, termasuk gaji yang mengacu pada UMK sesuai ketentuan perundang-undangan. Kemudian, bentuk penghargaan kinerja bulanan pun diberikan berupa insentif yang bisa mereka peroleh dengan target kerja yang sudah ditentukan.

“Tidak hanya berusaha memenuhi kebutuhan konsumen, akan tetapi perusahaan juga terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi karyawan sebagai aset utama. Kami pun memberikan insentif kepada karyawan yang loyal terhadap pekerjaannya,” ujarnya.

Kemudian ia juga menjelaskan, terkait dengan pemberian insentif karyawan atau pemberian bonus terhadap karyawan, dilakukan penyesuaian terhadap kebutuhan karyawan terutama bagian operasional toko. Penghargaan terhadap prestasi kinerja karyawan operasional toko diberikan secara bulanan berupa insentif.

“Menanggapi aksi yang dilakukan, perusahaan pun sudah beberapa kali melakukan pertemuan yang diwakilkan dari pihak-pihak terkait termasuk Dinas Ketenagakerjaan dan sampai saat ini beberapa hal yang dituntut sudah kami penuhi,” katanya.

Menurut dia, tuntutan lainnya yang diungkapkan dalam aksi unjuk rasa mengenai upah waktu tambahan sudah dikaji ulang dan sudah disosialisasikan melalui media komunikasi internal yang dimiliki perusahaan.

“Karyawan merupakan aset utama yang dimiliki perusahaan, kesejahteraan karyawan menjadi prioritas utama termasuk pembayaran upah yang mengacu pada UMK sesuai ketentuan perundang-undangan,” ucapnya. (mg-04/tnt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here