Home PENDIDIKAN NIK dan Google Map Jadi Masalah, PPDB Online Hari Pertama

NIK dan Google Map Jadi Masalah, PPDB Online Hari Pertama

0
SHARE
PPDB ONLINE: Kadindikbud Kota Tangsel Taryono (dua dari kanan) mendengarkan keluhan orang tua yang kesulitan mendaftarkan anaknya di hari pertama PPDB SMPN online, kemarin. FOTO: Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres

SERPONG-Hari pertama pendaftaran peserta didik baru (PPDB) online SMPN di Kota Tangsel menyisakan masalah. Orang tua siswa tidak bisa mendaftar melalui website sekolah yang dituju. Sebelumnya, mereka sudah melakukan registrasi ke sekolah. Sekitar 20 orang tua siswa mengadu ke posko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel yang berada di SMPN 11, Rabu (26/6).

Warga Kompleks Perumahan Reni Jaya, Pamulang, Alisa mengaku saat mendaftar melalui website di SMPN 4, bermasalah dengan Google Map, yang menjadi acuan jarak untuk jalur zonasi. Saat mengadu ke panitia di SMPN 4, ia tak mendapatkan solusi. Akhirnya, Alisa mengadu ke posko. “Saat daftar, saya ketik nomor USBN dan KK. Saat mengakses Google Map untuk mengetahui jarak rumah dengan sekolah, keterangannya lokasi rumah saya berada di luar zona,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Rabu (26/6).

Alisa menambahkan, lokasi rumahnya dengan SMPN 4, di Google Map itu, tidak bisa ditarik garis lulus. Padahal itu penting untuk mengetahui jarak. “Tak hanya saya saja yang mengalami masalah yang sama, tapi ada sekitar 9 orang tua siswa yang juga mengalami nasib sama,” tambahnya. Hal berbeda dikeluhkan warga Pisangan, Ciputat Timur, Dewi Rosalina. Sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya adalah SMPN 2 Tangsel yang berada di dekat Universitas Terbuka (UT) Pamulang. Jaraknya lebih dari satu kilometer. Ia mengaku mulai mendaftar Rabu (26/6) pukul 00.00 WIB sampai 03.00 WIB, tidak bisa daftar online. “Saat daftar selalu muncul tulisan, Error! terdapat kesalahan No USBN 1-19-30-04-0117-0043 diresgistrasi bukan dengan KK 3764052005150020,” ujarnya.

Dewi menambahkan, dengan kata lain server selalu menolak saat mulai mencoba mendaftar. Padahal ia sudah melakukan registrasi di SMPN 2 Tangsel. Ia mengaku sudah mendatangi SMPN 2 namun, tidak ada kejelasan dan disarankan mendatangi posko di SMPN 11. “Setelah menunggu lama di SMPN 11, saya diarahkan untuk memperbaiki data di Disdukcapil Tangsel kalau mau daftar onlinenya sukses,” tambahnya. Permasalahan Google Map tidak bisa tarik garis lurus juga dialami warga Pamulang Barat, Okta. Menurutnya, titik di Google Map tidak bisa ditarik meskipun jarak rumahnya dengan SMPN 11 hanya 1,4 kilometer. “Jarak zona merah ke rumah saya hanya 100 meter. Meskipun masih satu kelurahan tetap tidak bisa juga,” ujarnya.

Okta menambahkan, NEM anaknya 28,8. Ia berjuang agar anaknya tetap bisa masuk SMPN 11 yang sudah lama diidamkan anaknya. “Mau daftar jalur prestasi belum tentu diterima juga. Makanya saya nyoba juga jalur zonasi,” tambahnya. Menanggapi banyaknya aduan orang tua, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono turun langsung ke SMPN 11 Tangsel. Menurutnya, soal Google Map yang tidak bisa ditarik garis lurus, permasalahnnya bisa diselasaikan setelah memanggil petugas Diskominfo yang membuat servernya. “Diskominfo yang membuat dan mereka tahu cara menarik garis di Google Map-nya,” ujarnya.

Taryono menambahkan, untuk masalah NIK yang dihadapi beberapa orang tua, pihaknya tidak bisa menyelesaikan dan merekomendasikan untuk menyelesaikan ke Disdukcapil. “Ini soal update data dan tidak bisa dilakukan di SMPN 11, meskipun ada petugas Disdukcapil yang standby, dan tetap harus ke kantor Disdukcapil karena menggunakan alat khusus,” tambahnya. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here