Home HUKUM Romi Terima Uang Rp 250 Juta dari Haris

Romi Terima Uang Rp 250 Juta dari Haris

0
SHARE
BERI KESAKSIAN: Eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, memberikan kesaksiannya dalam sidang ?lanjutan perkara dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag untuk terdakwa Haris Hasanuddin dan ?Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6) malam.

JAKARTA — Mantan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi mengaku menerima uang Rp 250 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanudin. Ini disampaikan Romi saat menjadi saksi untuk dua terdakwa kasus suap jual beli jabatan Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Gresik Muh Wirahadi.

“Haris memberikan satu tas hitam yang diakuinya sebagai uang tapi saya tidak membuka,” kata Romi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (26/6) malam.

“Dia (Haris) datang ke rumah ketika pada 6 Februari. Saya lupa kalimat persisnya tapi Haris mengatakan ‘Ini tulus ikhlas, bantuan dari saya’. Saya katakan kepada Haris semula saya memang tidak menerima itu karena saya pikir alangkah tidak sopannya saya kepada seseorang yang direkomendasikan oleh Bu Khofifah dan Kyai Asep.”

Romi mengaku awalnya berusaha menolak pemberian tersebut. Tapi, ia dipaksa dan menerimanya karena tas berisi uang itu digeletakkan. Rommy mengaku uang itu disebut Hasanuddin terkait proses nominasi Haris sebagai kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

“Anggota DPR khan dilarang menerima dari pihak terkait?” tanya jaksa KPK.

“Ada, di kode etik ada, makanya 28 Februari 2019 saya kembalikan melalui sekretaris DPP PPP Jawa Timur, Norman Zaenahdi, sekitar maghrib. Waktunya saya tidak ingat tapi saya sampaikan tas yang sama yang diakui uang oleh Haris tapi saya belum lihat. Sampai kemudian saya lihat dan kembalikan ke Norman di kamar 203 Hotel Mercure Kemayoran karena setelah rapat pimpinan nasional. Saya undang Norman ke kamar dan mengatakan tolong tas ini dikembalikan ke Haris, isinya uang Rp 250 juta dan tolong sampaikan dengan cara yang tidak menyinggung saudara Haris,” jelas Romi.

Menurut Romu, dari rentang waktu penerimaan 6 Februari 2019 baru dikembalikan pada 28 Februari 2019 masih dalam rentang waktu pengembalian gratifikasi UU KPK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here