Home PENDIDIKAN Siswa Asal Jakarta Lolos, Warga Batuceper Gagal

Siswa Asal Jakarta Lolos, Warga Batuceper Gagal

471
0
SHARE

KOTA TANGERANG: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA sudah diumumkan. Sistem zonasi yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kabudayaan (Kemendikbud) merugikan sejumlah siswa. Pengamat pendidikan dari Universitas Islam Syekh Yusuf Didi Supriadie mengungkapkan, sistem zonasi tingkat SMA harus ada evaluasi. Dimana dalam sistem zonasi tersebut banyak merugikan masyarakat.

Didi mengambil contoh yang terjadi di Bogor. Demi bisa masuk sekolah favorit, memalsukan alamat domisili. Orang tua siswa menggunakan alamat rumah saudaranya yang dekat dengan SMA tersebut. “Ini bisa dibilang sebuah kriminalitas, dimana anak yang tidak tinggal dekat sekolah masuk menggunakan identitas saudara atau keluarga yang dekat dengan sekolah. Harusnya jika mereka ingin masuk ke sekolah tersebut, mereka harus pindah dari satu tahun sebelumnya dan bukan pada saat PPDB. Kasihan warga yang dekat dengan sekolah tidak masuk, untuk itu harus dilakukan evaluasi,” paparnya.

“Sistem ini harus dilakukan evaluasi. Kalau saya lihat ini menjadi kekecewaan masyarakat. Dimana yang seharusnya mereka masuk dalam sekolah yang dekat dengan rumah, tetapi tidak masuk. Untuk itu harus dilakukan evaluasi agar kedepan lebih baik lagi,”ungkapnya. Didi yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten pada 2001 itu menuturkan, dalam sistem zonasi juga harus diperiksa secara ketat masalah Kartu Keluarga (KK) dan identitas siswa.

“Harusnya Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dsidukcapil) dan juga pihak sekolah mengecek keaslian identitas orangtua mereka. Biasanya dalam situasi ini, mendadak dan mereka akan melakukan upaya untuk bisa anaknya masuk. Padahal ada warga yang dekat dengan sekolah banyak dan tidak masuk,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here