Home BANTEN Kekeringan, 9.843 Hektare Sawah Rusak

Kekeringan, 9.843 Hektare Sawah Rusak

268
0
SHARE

SERANG – Hingga Juli ini seluas 9.843 hektare sawah di Provinsi Banten rusak akibat kekeringan. Kerusakan lahan pertanian itu berada di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Serang.

“Ini (kerusakan lahan pertanian akibat kekeringan) sudah terpetakan oleh kami,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid saat ditemui wartawan di gedung DPRD Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (3/7).

Menurut Agus, secara umum, sawah yang rusak akibat mengalami kekeringan terjadi di empat wilayah di Banten. Pertama, Pandeglang seluas 9.019 hektare, yakni 5.403 hektare kategori rusak ringan, 3.321 hektare rusak sedang, dan 295 hektare rusak berat. Lalu, Kabupaten Lebak seluas 455 hektare yang seluruhnya kategori rusak ringan.

Kemudian Kabupaten Tangerang seluas 97 hektare dan seluruhnya masuk kategori rusak ringan. Lalu Kabupaten Serang seluas 272 hektare dengan rincian 256 hektare kategori rusak ringan dan 16 hektare kategori rusak sedang.

“Untuk umur tanaman sendiri bervariasi dari 1 hingga 85 HST (hari setelah tanam). Sementara untuk total lahan waspada kekeringan di Banten sendiri ada 34.566 hektare. Sementara varietas berasnya ada Ciherang, Mikongga, Situbagendit dan Infari,” katanya.

Meski sudah terpapar kekeringan akan tetapi hingga kemarin Distan belum menerima laporan adanya tanaman padi yang puso.

“90 persen lahan yang mengalami kekeringan adalah tadah hujan. Berapa kerugian? Belum bisa kami hitung. Sebab sampai saat ini (kemarin), belum ada yang sampai mengalami gagal panen,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, Distan melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Banten telah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya adalah dengan melakukan pompanisasi dengan metode pinjam pakai ke kelompok tani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here