Home TANGERANG HUB Petani Tanjung Anom Terancam Kekeringan

Petani Tanjung Anom Terancam Kekeringan

0
SHARE
KURANG AIR: Ketua Poktan Buaran Asem Tengah Muhamad Syafei menunjukkan saluran air yang kekeringan, di Kampung Buaran Asem, Desan Tanjung Anom, Kecmaatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (3/7). FOTO: Zakky Adnan/Tangerang Ekspres

MAUK – Pasokan air di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang semakin langka menyusul semakin meluasnya kekeringan dampak kemarau panjang. Warga di daerah yang mengalami krisis air membutuhkan pasokan air untuk menyelamatkan lahan pertanian para petani dan keberlangsungan hidup warga di daerah yang mengalami krisis air.

Hal tersebut dirasakan petani yang tergabung dengan  kelompok tani (Poktan) Buaran Asem Tengah, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, mengelola lahan persawahan padi seluas 37 hektare.

Muhamad Syafei, Ketua Poktan mengaku lahan persawahan padi yang dikelola mereka terancam kekeringan. Pasalnya, saat ini para pertani mulai kekurangan air dari sungai. Di tambah lagi, musim kemarau yang berkepanjangan.

“Padahal, kalau turun hujan sekali dalam sepekan, kami masih terbantu untuk mengairi sawah, walaupun sedang kekurangan air dari sungai selama dua bulan ini,” kata Syafei, sambil menunjukan saluran air yang nyaris kering, kepada Tangerang Ekspres, di Kampung Buaran Asem, Desa Tanjung Anom, Rabu (3/7).

Syafei mengungkapkan, lahan persawahan padi seluas 37 Hektare, saat ini hanya sekitar seluas 20 hektre yang masih dapat ditanamkan padi. Itupun, jelasnya, harus berbagi air dengan poktan lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here