Beranda BANTEN Dilanda Kekeringan, Lima Kmapung di Kasemen Gelar Sholat Istisqa

Dilanda Kekeringan, Lima Kmapung di Kasemen Gelar Sholat Istisqa

0
BERBAGI
SHOLAT ISTISQA: Puluhan warga saat melakukan sholat istisqa (meminta hujan) di persawahan yang mengering di Kampung Tegal Dawa, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (20/8). FOTO: Herlin Saputra/Banten Ekspres

SERANG-Puluhan warga dari lima kampung di Kecamatan Kasemen melakukan sholat Istisqa (meminta hujan) di persawahan yang mengering di Kampung Tegal Dawa, Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (20/8).

Warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani ini memohon diturunkan hujan menyusul kemarau panjang yang tengah melanda wilayahnya dalam lima bulan terakhir hingga mengakibatkan sawah mereka gagal panen.

Kelima kampung tersebut yaitu, Kampung Pasir Soka, Kelurahan Kilasah, Kampung Tersana, Kelurahan Margaluyu, Kampung Margaluyu, Kelurahan Margaluyu, Kampung Sinaba, Kelurahan Kilasah, dan Kampung Tegal Dawa, Kelurahan Kilasah. Semua kampung tersebut berada di wilayah Kecamatan Kasemen dan saling berdekatan.

Salah satu warga Tegal Dawa Safroni mengatakan, hal tersebut dilakukan karena masyarakat sudah hampir putus asa. Karena kekeringan dan sumber air di sekitar persawahan sudah kering, dan pemerintah pun tidak menanggapi.

“Yang mau keluar padi karena engga ada air akhirnya gagal, kemudian yang usia satu bulan juga waktunya berkembang juga gagal. Sumber air biasanya dari saluran irigasi, tapi karena ditutup ya jadi surut kering. Susah juga engga ada air, jadi banyak kekurangan air,” ucapnya.

Sementara, warga lainnya Tijah merasa terharu dan mengingat akan dosanya hingga kampungnya mengalami kekeringan panjang. “Sedih, karena kekurangan air, bisanya disini air melimpah. Saya jadi inget dosa apa yang kami lakukan sampe bisa kekeringan begini,” katanya sambil berurai air mata.

Semua mata air, kata dia, surut bahkan benar-benar kering tak ada sedikit pun air yang tersisa. Sehingga banyak masyarakat yang mengalami gagal panen, termasuk dirinya. Kemudian, selama lima bulan terkahir ini di kampungnya pun sama sekali tidak ada hujan. “Kami coba ambil air, tadinya ada sedikit tapi sekarang udah kering engga ada sama sekali,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Serang Syafrudin mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan, jika benar para petani yang ada di wilayah tersebut gagal panen. “Kita belum bisa saat ini bilang gagal panen, karena masih ada waktu satu bulan lagi panennya,” ujar Sayfrudin kepada Banten Ekspres saat ditemui seusai menghadiri acara Investor Gathering disalah satu hotel di Kota Serang.

Jika benar para petani gagal panen, pihaknya akan memerintahkan kepada Dinas Pertanian Kota Serang untuk memberikan konvensasi ganti rugi. “Tapi kita tetap masih tunggu satu bulan lagi, kalau benar ada yang gagal panen kita akan beri ganti rugi,” singkatnya. (mg-04/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here