Home PENDIDIKAN Komplek SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2, Literasi Bentuk Karakter Siswa

Komplek SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2, Literasi Bentuk Karakter Siswa

0
SHARE
LITERASI DI SEKOLAH: Beberapa siswa SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang memanfaatkan waktu membaca buku di teras sekolah, Selasa (3/9). FOTO: M Deden Budiman/Tangerang Ekspres

KRONJO – Sebagai upaya membentuk karakter positif bagi siswa, Komplek SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang menggalakkan program Gerakan Literasi Sekolah. Salah satu strateginya adalah melalui pembiasaan.

Guru SDN Pagedangan Ilir, Sopyan menjelaskan, pembentukan karakter juara yang menjadi visi dan misi sekolah dapat diwujudkan lewat kegiatan literasi. “Sebagai pembiasaan, setiap harinya, siswa dan guru wajib membaca minimal selama 15 menit. Kegiatan membaca biasa dilakukan baik sebelum kegiatan pembelajaran, istirahan maupun sebelum pulang sekolah,” jelas Sopyan, saat dijumpai di Komplek SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2, Selasa (3/9).

Membaca 15 menit atau reading time bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi membaca, dan menulis siswa di sekolah. Disamping itu, untuk mewujudkan pembentukan karakter positif siswa, tidak cukup hanya dengan pembiasaan membaca saja.

“Setelah adanya program literasi yang berjalan satu tahun belakangan ini, minat baca siswa meningkat. Untuk memperkuatnya, ilmu yang diperoleh dari membaca kemudian diceritakan kembali dalam bentuk karya cerita oleh siswa,” papar Sopyan.

Hasil dari program itu dipandang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan karakter maupun prestasi siswa. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya raihan prestasi seperti bidang akademik baik tingkat gugus, Kecamatan Kronjo maupun Kabupaten Tangerang.

Terkait dukungan terhadap gerakan literasi sekolah, baik Kepala SDN Pagedang Ilir 1 dan 2 semuanya memberikan dukungan yang sama kepada program ini.

Namun, di sekolah tersebut belum memiliki ruang perpustakaan. Sehingga guru membuat perpustakaan khusus di depan ruang kelas. Perpustakaan tersebut terbuat dari bambu sebagai rak buku. Tentunya buku tersebut jumlahnya terbatas.

Meski jumlahnya terbatas, tidak mengurangi antusias siswa dalam membaca buku. Justru siswa harus berebut untuk membaca buku yang terdiri dari buku cerita, pengetahuan umum, keagamaan, biografi dan juga buku kesenian.

“Keberhasilan SDN Pagedangan Ilir 1 dan 2 mengembangkan gerakan literasi sekolah dapat menjadi motivasi, serta mendorong sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu, gerakan nasional membudayakan minat baca akan sukses dilaksanakan,” tegas Sopyan. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here