Home TANGERANG HUB BPBD Belum Tetapkan Status Awas Kekeringan

BPBD Belum Tetapkan Status Awas Kekeringan

0
SHARE
GARAP SAWAH: Salah seorang petani di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang menggarap sawah meski kondisi kekeringan, belum lama ini.

CURUG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang belum menetapkan status awas kekeringan. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agus Suryana.

Menurut Agus, Kabupaten Tangerang kini masih berstatus siaga. Pasalnya, belum lama ini, hampir seluruh wilayah Kabupaten Tangerang diguyur hujan yang cukup deras.

“Nanti dua minggu lagi, kalau dua minggu sudah tidak ada hujan baru akan ditetapkan status awas kekeringan. Karena pertimbangannya kemarin kan sudah hujan besar dan relatif merata,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Rabu (4/9).

Agus mengatakan, jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan berkurang dari yang sebelumnya 26 menjadi 16 kecamatan, dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

“16 kecamatan yang masih terdampak dan sudah menurun, tapi kalau dua minggu ke depan tidak ada hujan kita akan usulkan ke Bupati untuk status tanggap darurat,” ujar Agus.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan, bila wilayah Kabupaten Tangerang masih menghadapi musim kemarau sampai Desember mendatang.

“Ketersediaan pangan masih dalam kondisi aman untuk saat ini, pasokan air bersih dari PDAM pun masih aman. Tetapi paling tidak kita lihat kondisi di pertengahan minggu kedua atau minggu ketiga September, mudah-mudahan tidak memburuk,” kata Zaki.

Sementara itu, Dewi Purnamasari, salah seorang warga Kresek, mengaku sawah di daerahnya sudah kering dan tidak bisa ditanam padi untuk saat ini. Kata Dewi, sawah miliknya maupun warga yang lainnya tidak bisa ditanam padi maupun palawija. Mengingat tanaman palawija membutuhkan air untuk menyiramnya.

Menurut Dewi, jika biasanya warga menyedot air dengan menggunakan mesin pompa air, kini tidak bisa dilakukan. Mengingat sumber air yang terdapat dikali sudah ikut mengering juga.

“Sawah kami kekeringan. Padi dan palawija juga tidak bisa ditanam di sawah, mengingat airnya sudah benar-benar kering baik di sawah maupun kali,” tegas Dewi.

Ia berharap, pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi terjadinya kekeringan di Kecamatan Kresek. Bahkan ia berharap pemerintah membuat sumur pompa. (mg-10/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here